Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC), flu hanya disebabkan oleh virus influenza. Sementara itu, pilek dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus, termasuk rhinovirus, parainfluenza, dan coronavirus musiman.
Coronavirus musiman yang dapat menyebabkan pilek berbeda dengan SARS-CoV-2, yakni virus penyebab COVID-19.
beda gejala flu vs pilek Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth |
Perbedaan penyebab tersebut membuat flu dan pilek tidak selalu mudah dibedakan hanya berdasarkan gejala. Keduanya dapat menyebabkan batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, serta rasa lelah.
Namun, secara umum, flu lebih parah daripada pilek biasa, dan gejalanya biasanya lebih intens dan dimulai lebih tiba-tiba. Pilek biasanya lebih ringan daripada flu.
Orang yang terkena pilek lebih mungkin mengalami hidung berair atau tersumbat daripada orang yang terkena flu. Pilek umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti pneumonia, infeksi bakteri, atau rawat inap. Flu dapat memiliki komplikasi serius yang terkait .
Karena pilek dan flu memiliki banyak gejala yang sama, sulit (atau bahkan tidak mungkin) untuk membedakan keduanya hanya berdasarkan gejala saja. Tes khusus dapat mengetahui apakah seseorang sakit flu.
Adapun tanda dan gejala flu dapat meliputi demam atau merasa demam/menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, nyeri otot atau badan, sakit kepala, dan kelelahan. Gejala pilek biasanya lebih ringan daripada gejala flu. Orang yang terkena pilek lebih mungkin mengalami hidung berair atau tersumbat. Pilek umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
(suc/kna)











































