Infografis: RI Masuk Daftar Negara Paling Sering Mandi, Berapa Kali Seminggu?

Infografis

Infografis: RI Masuk Daftar Negara Paling Sering Mandi, Berapa Kali Seminggu?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 22 Okt 2026 06:05 WIB
Daftar negara paling sering mandi
Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth
Jakarta -

Mandi merupakan bagian penting dari kebersihan diri. Selain membantu menjaga tubuh tetap bersih, mandi juga membuat tubuh terasa segar dan mendukung kesehatan. Namun, frekuensi mandi setiap orang dapat berbeda-beda, bergantung pada kebiasaan masyarakat di berbagai negara.

Iklim, tradisi budaya, gaya hidup, akses terhadap air bersih, hingga preferensi pribadi dapat memengaruhi kebiasaan mandi. Berdasarkan data yang disajikan Seasia Stats Research, Brasil menempati posisi pertama di antara negara-negara yang masuk dalam daftar, dengan rata-rata 14 kali mandi per minggu.

Brasil berada di urutan teratas dengan rata-rata sekitar 14 kali mandi per minggu atau setara dengan dua kali sehari. Iklim yang hangat dan lembap di banyak wilayah negara tersebut mendorong masyarakat untuk lebih sering mandi guna menyegarkan tubuh dan membersihkan keringat. Bagi banyak warga Brasil, mandi juga telah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Daftar negara paling sering mandiDaftar negara paling sering mandi Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth

Dikutip dari Seasia Stats, Kolombia dan Thailand menempati posisi kedua dengan rata-rata 11 kali mandi per minggu. Suhu yang hangat di berbagai wilayah Kolombia dapat mendorong masyarakat untuk rutin mandi. Sementara itu, iklim tropis Thailand membuat mandi lebih sering menjadi salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap nyaman sepanjang hari.

Filipina dan Indonesia menyusul dengan rata-rata sekitar 10 kali mandi per minggu. Kedua negara memiliki iklim tropis dengan suhu tinggi dan kelembapan udara yang cukup tinggi sepanjang tahun. Mandi secara teratur membantu tubuh terasa lebih segar, terutama setelah bepergian, bekerja, atau beraktivitas di luar ruangan.

Meksiko berada di urutan berikutnya dengan rata-rata 8,5 kali mandi per minggu. Meski memiliki kondisi iklim yang beragam, mulai dari wilayah gurun yang kering hingga daerah tropis yang lembap, mandi tetap menjadi bagian penting dari perawatan diri sehari-hari.

Australia menyusul dengan rata-rata sekitar delapan kali mandi per minggu. Kebiasaan tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi iklim yang beragam serta gaya hidup masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Venezuela juga mencatat rata-rata delapan kali mandi per minggu. Suhu yang cenderung hangat di banyak wilayah berpenduduk dapat membuat masyarakat lebih memilih untuk sering mandi, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan.

Nigeria dan Peru masing-masing mencatat rata-rata 7,5 kali mandi per minggu. Meski memiliki kondisi geografis dan iklim yang berbeda, mandi secara rutin tetap menjadi bagian dari praktik kebersihan diri di kedua negara tersebut. Nigeria memiliki banyak wilayah dengan cuaca panas dan lembap, sedangkan Peru memiliki kondisi iklim yang beragam, mulai dari gurun pesisir hingga pegunungan dan hutan hujan tropis.

Amerika Serikat melengkapi daftar ini dengan rata-rata 7,2 kali mandi per minggu atau sekitar sekali sehari. Kebiasaan mandi masyarakat di negara tersebut bervariasi, bergantung pada preferensi pribadi, kondisi cuaca di wilayah tempat tinggal, jadwal kerja, dan gaya hidup.

Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan adanya perbedaan frekuensi mandi di 11 negara. Brasil menempati posisi teratas, sedangkan Amerika Serikat mencatat rata-rata terendah di antara negara-negara yang tercantum dalam daftar.

Meski demikian, frekuensi mandi tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur kebersihan seseorang. Kebersihan diri dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebutuhan individu, tingkat aktivitas fisik, kondisi iklim, dan akses terhadap air bersih. Angka-angka tersebut juga merupakan nilai rata-rata berdasarkan data yang disajikan sehingga hasilnya dapat berbeda, bergantung pada survei yang digunakan dan definisi mandi dalam penelitian tersebut.


(suc/suc)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads