Padahal perlombaan itu berlangsung saat kondisi cuaca tengah buruk, hujan, angin kencang, dan suhu yang menusuk tulang. Tetapi Kawauchi menjadi pria pertama yang mencapai garis finis dengan catatan waktu 2:15:54.
"Bagi saya, ini adalah kondisi terbaik," katanya dikutip dari The Japan Times.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tips Bugar dari Atlet Duathlon Thomas Bruin |
Dikutip dari Lets Run, Kawauchi menggunakan waktu liburnya untuk berlatih persiapan perlombaan maraton tersebut. Karena kegigihannya, ia memiliki kekuatan tubuh yang cukup baik.
Yuka Kawauchi tidak menggunakan jaket saat hujan lebat. Foto: Getty Images |
Di tengah cuaca buruk, Kawauchi disebut tidak mengenakan jaket seperti peserta lainnya. Meski sempat berada di urutan kedua, Kawauchi bisa menyalip di dua kilometer terakhir.
"Ini hari terbesar dalam hidupku. Ini Boston. Ini adalah perlombaan terhebat di dunia," tuturnya.
Kawauchi yang hanya seorang pegawai kantoran saja bisa menang dalam perlombaan maraton. Ia bisa dijadikan contoh baik dalam gaya hidup sehat. Kerja bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga.
(wdw/up)












































Yuka Kawauchi tidak menggunakan jaket saat hujan lebat. Foto: Getty Images