Banyak orang mengira kebutuhan tidur bisa disamaratakan, misalnya enam atau tujuh jam per malam. Padahal menurut dokter, kebutuhan tidur setiap orang berbeda, terutama pada mereka yang rutin berolahraga, apalagi dengan intensitas tinggi.
Praktisi kebugaran dr Anita Suryani, SpKO dari EMC Healthcare, menjelaskan bahwa olahraga dan pemulihan (recovery) idealnya berjalan berimbang, dengan rasio 1 banding 1.
"Recovery paling dasar itu tidur," kata dr Anita, kepada detikcom pada Rabu (24/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidur 6 Jam Belum Tentu Cukup
Dokter Anita menegaskan bahwa enam jam adalah batas minimal, namun tidak otomatis cukup untuk semua orang.
"Ada beberapa orang tidurnya mesti lebih dari itu," jelasnya.
Cara paling sederhana untuk menilai kecukupan tidur bukan dari durasi, tetapi dari kondisi saat bangun. Tanda tidur sudah cukup:
- bangun sendiri tanpa alarm
- tidak bisa tidur lagi
- badan terasa segar.
Sebaliknya, indikator yang menunjukkan recovery tubuh belum optimal juga bisa teramati dari kondisi saat bangun tidur.
"Mesti dibangunin orang, masih lemes pas bangun,masih bisa ditidurin lagi, itu masih belum cukup recovery-nya," tutupnya.
(rfd/up)











































