Di Balik Stigma FOMO Olahraga, Sehat Bisa Kok Dimulai dari Ikut-ikutan

Kolom Kebugaran

Di Balik Stigma FOMO Olahraga, Sehat Bisa Kok Dimulai dari Ikut-ikutan

detikHealth
Sabtu, 03 Jan 2026 07:02 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Di Balik Stigma FOMO Olahraga, Sehat Bisa Kok Dimulai dari Ikut-ikutan
Berawal dari FOMO, bisa berakhir jadi kebiasaan baik asal disertai kemauan untuk belajar. Foto: Getty Images/Sinenkiy
Jakarta -

Di era serba 'kalcer' seperti saat ini, olahraga nggak cuman soal keringat dan berapa jumlah kalori yang terbakar. Tapi, bagaimana aktivitas tersebut bisa dikemas menjadi konten yang estetik, sehingga bisa sehat secara jasmani, rohani, dan Instastory.

Setiap orang punya caranya masing-masing untuk berekspresi. Bagi pelari kalcer, paling basic adalah foto usai lari dan ditimpa hasil data dari aplikasi Strava. Nggak masalah kalau pace belum tiga, yang penting sepatunya udah garis tiga.

Pun bagi mereka yang ter-padel-padel. Buat pemula, upgrade raket harus duluan. Skill nomor sekian, 'say sorry' yang utama. Yang penting serve bener, sisanya haha-hihi aja sampai jam sewa habis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Olahraga demi Gengsi, Apa Salahnya?

Jangan salah. Bagi sebagian orang, mengunggah aktivitas olahraganya di media sosial bisa jadi pemicu awal hidup sehat. Niatnya mungkin sederhana: ikut tren, biar nggak ketinggalan, atau sekadar seru-seruan. Tapi, dari kebiasaan kecil itulah rutinitas bisa terbentuk.

Contohnya Putri (22), seorang karyawan swasta di Jakarta Selatan yang belakangan lagi suka banget main tenis. Ia tak terlalu ambil pusing soal stigma negatif FOMO olahraga.

Baginya, selama FOMO dilakukan dengan pemahaman yang tepat, bisa menjadi titik awal seseorang untuk hidup lebih sehat, dalam hal ini rutin berolahraga.

"Karena FOMO itu bisa jadi motivasi kita untuk hidup lebih sehat, karena secara langsung kalo FOMO kan ikutan olahraga jadi munculin kebiasaan baru buat hidup lebih sehat," kata Putri dalam sebuah obrolan dengan detikcom baru-baru ini.

Ia tidak menampik bahwa masih banyak orang yang julid saat ada orang lain berbagi aktivitas olahraganya di media sosial seperti Instastory.

"Yaudah chill aja ya nggak usah didengerin. Karena ya haters gonna hate aja. Jadi menurut aku sharing di sosmed itu bisa juga jadi bentuk apresiasi untuk diri kita sendiri karena udah mau mulai untuk olahraga dan hidup sehat. Lebih bagus lagi kalo bisa sampe nge-influence orang-orang sekitar untuk hidup lebih sehat juga," tegasnya.

Jawaban Putri diamini oleh dokter spesialis kebugaran dari EMC Healthcare, dr Anita Suryani, SpKO. Dirinya mengatakan bahwa kebiasaan olahraga seharusnya memang menjadi kebanggaan setiap orang karena mau berusaha untuk hidup sehat.

"Ini kan olahraga emang kebiasaan baik. Jadi ini positif, orang punya kebanggaan olahraga. Dan itu gak ada salahnya disebarluaskan bikin orang lain juga pengen," kata dr Anita, disampaikan kepada detikcom.

"Pada akhirnya kesehatan dan kebugaran akan jadi harta kita yang bisa bikin orang iri, tapi nggak bisa dicuri," sambungnya.

Tetap Bisa Bugar Meski Niat Seru-seruan

Banyak yang berpikir bahwa olahraga yang terlihat seru-seruan hanya akan dapat 'capeknya' doang. Jangan salah, kubur saja anggapan itu dalam-dalam.

Mari ambil contoh olahraga padel, yang seringkali dianggap memiliki intensitas ringan karena gerakannya terlihat simpel dan menyenangkan. Namun, kesan 'enteng' ini bisa menjadi berat saat semangat kompetitif itu muncul di lapangan.

"Jangan salah, bisa jadi sedang atau berat kalau lawannya tangguh dan pertarungannya harga diri," kata dr Anita.

Rutin berolahraga ibarat seperti memutuskan untuk investasi. Tidak peduli sekecil apapun, selama dilakukan secara konsisten, makan 'buahnya' akan terasa sangat manis dan segar nantinya.

"Nanti nih kalau ngumpul sama angkatannya, kalau orang olahraga makin naik hidupnya, kalau nggak olahraga makin turun," kata dr Anita.

"Nanti pas reuni tuh, umur 50 atau 45 kalau nggak pamer-pameran sudah ke dokter oh saya udah ke spesialis ini, kolesterol saya tinggi, pamer penyakit atau saya olahraga ini nih, udah keliling dunia ke sana nih. Tergantung, itu pilihan," sambungnya.

FOMO Boleh, tapi Pahami Kondisi Tubuh

Baik itu pemula atau atlet sekalipun, olahraga dan recovery menjadi dua hal yang mesti diperhatikan. Mengetahui kondisi fisik dan intensitas latihan harus dilakukan agar tidak muncul hal-hal yang fatal.

Buat pemula, pagi lari, malem padel? Ya bisa-bisa saja. Bisa tipes maksudnya. Bukannya update outfit of the day malah ngasih kabar kondisi usai diinfus.

"Olahraga mesti seger. Mesti cukup dulu recovery-nya. Jadi nggak boleh kurang recovery dan nggak sakit, mesti pain free, injury free sebelum olahraga," katanya,

FOMO jadi masalah ketika dipaksakan. Baru mulai olahraga tapi langsung mematok target ekstrem, misalnya lari 10 km dengan pace ala Eliud Kipchoge (legenda lari jarak jauh asal Kenya) atau latihan berat setiap hari, justru ini bisa berujung cedera. Alih-alih sehat, badan malah 'protes' lewat pegal berkepanjangan, nyeri sendi, hingga kelelahan berlebih.

"Biar longlasting, perlu diketahui kalau olahraga ini kalau milih jodoh. Jadi milihlah sesuai dengan minat dan bakat, artinya sesuai yang disuka dan sesuai kemampuan," katanya.

Tak kalah penting, jangan minder kalau olahraga versimu terlihat 'biasa saja' atau nggak ikutan kayak yang lainnya. Sehat bukan soal seberapa keren kontennya, tapi seberapa aman dan berkelanjutan kebiasaan itu dijalani.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Amankan Slotmu! Jogja Run D City Bakal Digelar Minggu Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/up)
Tren Kebugaran 2026
13 Konten
Tren gaya hidup sehat diwarnai dengan kemunculan berbagai variasi olahraga kekinian. Terbaru, padel yang kemudian disusul dengan pickle ball. Seperti apa prediksi tren ke depannya? Simak juga saran pakar biar dapat sehatnya, tak cuma dapat gengsinya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads