Kamis, 17 Mei 2018 12:45 WIB

Agar Olahraga Saat Puasa Tak Bikin Lemas, Ini Kata Dokter

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Berolahraga saat berpuasa memang dianjurkan, namun ikuti panduan dari dokter agar olahraga malah tak bikin lemas. Foto: Thinkstock Berolahraga saat berpuasa memang dianjurkan, namun ikuti panduan dari dokter agar olahraga malah tak bikin lemas. Foto: Thinkstock
Jakarta - Berolahraga memang menyehatkan, terlebih jika melakukannya pada waktu yang tepat. Meski begitu, ada panduan dari dokter agar berolahraga saat puasa malah tak bikin lemas.

dr Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, PhD mengungkapkan olahraga di saat puasa juga baiknya dilakukan 2 hingga 3 kali dalam seminggu, bukan setiap hari. Berolahraga setiap hari saat puasa akan mengganggu performa tubuh, bahkan membuat badan menjadi lemas saat puasa.


"Tidak bisa olahraga setiap hari di saat puasa karena mengganggu performance saat puasa, badan akan menjadi lemas," ujar dr Dante, pada acara Workshop How to Train Effectively During Ramadan, di onthree Senopati Suites, baru-baru ini.

Ia menganjurkan olahraga maksimal 75 menit per hari, termasuk pemanasan dan pendinginan. Untuk jenis olahraganya, dr Dante tidak menganjurkan olahraga angkat beban.

"Jika ingin melakukan olahraga angkat beban dapat dilakukan setelah berbuka puasa," ungkapnya lagi.

Untuk waktu olahraga, ada dua tipe waktu yang disarankan, pertama untuk atlet yaitu periode latihan pagi hari sekitar jam 8. Periode ini biasanya untuk latihan teknik seperti menonton bersama untuk menyusun strategi kemudian periode latihan sore 30 menit sebelum berbuka puasa.

Kemudian yang kedua, periode latihan bukan atlet, yaitu 2 jam setelah makan besar buka puasa. dr Dante menganjurkan masyarakat awam yang bukan atlet untuk berolahraga di jam-jam ini.

"Orang yang jarang berolahraga maka massa ototnya akan turun, berat badan juga akan naik terlebih di minggu keempat saat puasa," tutupnya.

(mrs/fds)
News Feed