Minggu, 27 Mei 2018 12:02 WIB

Mo Salah Dislokasi Bahu, Kenali Risiko Cedera Saat Olahraga

Annisya Heriyanti - detikHealth
Kenali risiko cedera saat olahraga seperti yang dialami Mohamed Salah/Foto: REUTERS/Hannah McKay Kenali risiko cedera saat olahraga seperti yang dialami Mohamed Salah/Foto: REUTERS/Hannah McKay
Jakarta - Winger Liverpool Mohamed Salah terpaksa ditarik keluar pada babak pertama saat melawan Real Madrid karena di Liga Final Champions, Minggu (27/5/2018). Diduga ia mengalami dislokasi bahu usai bertabrakan dengan bek Real Madrid, Sergio Ramos.

Dislokasi bahu bukan satu-satunya risiko cedera saat olahraga. Peradangan otot atau sendi, robekan pada otot, dislokasi otot, tulang dan sendi adalah beberapa jenis cedera yang umum terjadi saat berolahraga.

Kesalahan posisi bagian tubuh saat berolahraga, bersinggungan dengan sesama pemain, teknik bermain yang kurang tepat dan penggunaan otot yang berlebihan dapat menimbulkan cedera pada tangan dan bahu.



Cedera bahu dapat terjadi pada tulang ataupun otot, namun struktur tulang yang lebih keras menyebabkan cedera paling sering terjadi pada otot.

Secara umum cedera terbagi menjadi dua, yaitu akut dan kronik. Cedera akut terjadi bila penggunaan energi secara signifikan atau penggunaan energi secara berulang seperti pemain badminton, golf, tenis dan volly dapat memicu cedera tangan dan bahu.

"Akut itu kalau energinya, traumanya besar. Cetar! Cedera," kata dr Iman Widya Aminata, Sp.OT dari RS Pondok Indah, ditemui baru-baru ini.

Cedera bahu ringan dapat diatasi dengan melakukan peregangan dan memaksimalkan kerja bahu melalui fisioterapi, sedangkan cedera akibat peradangan otot dapat diatasi dengan istirahat, penggunaan kompres es untuk meredakan nyeri, pemberian analgesik atau obat antiradang untuk menghilangkan rasa nyeri, serta terapi untuk membantu proses pemulihan.

Tidak hanya tangan dan bahu, kaki juga rentan terhadap cedera olahraga, terutama bagi para pemain sepak bola dan basket. Cedera pada kaki dan pergelangan kaki yang umum terjadi di antaranya adalah robeknya ligamen pergelangan kaki, cedera tendon achilles, dislokasi tendon peroneal, dan keluhan nyeri yang berhubungan dengan kondisi flatfoot atau kaki datar.


(up/up)