Senin, 09 Jul 2018 13:12 WIB

Lakukan Olahraga Kalistenik, Pria Ini Turun Bobot 24 Kg dalam Setahun

Christantio Utama - detikHealth
James Alfred Siregar mengaku pada awalnya tidak begitu memerhatikan bentuk tubuhnya. Namun berkat olahraga kalistenik, ia berhasil turun bobot 24 kilogram. Foto: Tio/detikHealth James Alfred Siregar mengaku pada awalnya tidak begitu memerhatikan bentuk tubuhnya. Namun berkat olahraga kalistenik, ia berhasil turun bobot 24 kilogram. Foto: Tio/detikHealth
Jakarta - Berat badan merupakan hal yang sangat sensitif bagi seorang wanita, apalagi kalau sudah dibilang gendut. Sebaliknya untuk para pria, mungkin sebagian dari Anda ada yang cuek dengan urusan berat badan karena sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan.

James Alfred Siregar mengaku pada awalnya tidak begitu memerhatikan bentuk tubuhnya yang sempat mencapai 84 kilogram. Pola hidup yang kurang sehat juga ia mulai jalani ketika memasuki kehidupan kerja. Dirinya beranggapan bahwa hanya dengan melakukan olahraga yang kita sukai sudah cukup untuk menjaga kesehatan.

"Papa dan paman saya mengatakan bahwa badan saya sudah terlalu gemuk, jadi kamu harus olahraga. Saya pikir dengan hobi yang sering saya lakukan seperti bermain bola, berenang dan bersepeda itu sudah cukup. Lalu setelah diingatkan, ketika mengaca saya merasa tidak puas dengan kondisi tubuh yang seperti ini. Semenjak saat itu saya memutuskan harus memulai hidup sehat," tutur James saat ditemui detikHealth di kawasan Senayan, baru-baru ini.



James memutuskan untuk memulai hidup yang lebih sehat dengan berlari santai dengan sang ayah. Karena merasa kurus saja tidak cukup untuk hidup sehat dirinya memutuskan untuk mencoba olahraga kalistenik guna membentuk otot tubuh.

"Awalnya saya cuma jogging bersama papa saya, polanya juga hanya sekitar 200 meter lalu jalan, jogging 200 meter lalu jalan lagi. Kegiatan tersebut saya lakukan sekitar 1 bulan, sampai pada akhirnya papa saya tidak kuat lagi untuk ikut saya lari. Dari situ saya sudah mulai kurus dan berpikir daripada hanya kurus lebih baik saya bentuk badan dengan olahraga kalistenik," tambahnya.

Kalistenik sendiri adalah olahraga yang memanfaatkan berat badan tubuh sebagai alat berolahraga untuk membentuk otot tubuh. Contohnya seperti push up, pull up, sit up, dan lain-lain.

Dengan cara seperti itu James berhasil mengurangi berat badannya hingga 24 kilogram menjadi sekitar 60 kilogram.



"Jadi berat badan saya turun dari 84 kilogram menjadi 60 kilogram butuh waktu sekitar 1 tahun, sedangkan pembentukan tubuh kurang lebih sekitar setengah tahun. Kemampuan lari saya juga menjadi meningkat kata teman-teman, dan dari situ saya fokus untuk lari sampai sekarang," ucap James yang berprofesi sebagai staf IT di salah satu perusahaan asuransi.

Sudah ada beberapa kejuaraan yang diikuti mulai dari yang terpendek adalah 5 kilometer sampai yang terjauh adalah 42 kilometer.

"Paling jauh saya mengikuti Jakarta maraton tahun 2016 dengan jarak 42 kilometer dengan catatan waktu sekitar 4 jam 30menit, sedangkan untuk jarak 5 kilometer saya mencatatkan waktu 19 menit 12 detik," ujarnya lagi.

Pria berusia 35 tahun ini juga membagikan tips mengatur pola makan yang tepat, khususnya dengan memilih asupan karbohidrat yang tepat untuk tubuh.

"Kalau untuk olahraga kardio karbohidrat itu perlu, cuma kita pilih karbohidrat yang seperti apa. Saya sendiri makan nasi, paling tidak satu kali sehari. Tapi selain nasi saya juga mengonsumsi oat dan kentang. Untuk protein bisa dari telor, kalau bisa yang organik, tahu dan kedelai. Saya juga dibantu dengan weight protein. Jadi weekdays 5 hari saya menjaga pola makan saya, tapi di weekend saya sedikit melonggarkannya untuk memberikan kebebasan buat tubuh," tutup James.



(mrs/mrs)
News Feed