Selasa, 17 Jul 2018 12:00 WIB

Nutrisi Tak Seimbang Bikin Remaja Putri Rentan Anemia

Suherni Sulaeman - detikHealth
Seorang remaja putri di Gorontalo (Foto: Suherni/detikHealth) Seorang remaja putri di Gorontalo (Foto: Suherni/detikHealth)
Gorontalo - Masa remaja merupakan masa di mana pertumbuhan terjadi dengan sangat cepat sehingga kebutuhan nutrisi pun meningkat. Selain itu, pada masa ini pula, khususnya remaja putri sudah mengalami yang namanya menstruasi.

Sayangnya, masih banyak remaja putri yang tidak menyadari bahwa sel darah merahnya kerap berkurang saat haid. Alhasil, ini membuat remaja putri berisiko terkena anemia.

Nah, salah satu upaya untuk meminimalkan perempuan muda terkena anemia, Kementerian Kesehatan RI melalui Puskesmas melakukan program suplementasi zat besi berupa pemberian tablet tambah darah (TTD) ke sekolah-sekolah.



"Anak-anak SMA harus mulai diajak mengerti, mengetahui cara minum obat dan makan sehat. Ketika menikah dan hamil, mereka, calon ibu harus disiapkan agar tidak stunting atau kerdil," ujar Menteri Kesehatan RI, Prof dr Nila F Moeloek, Sp.M(K) saat kunjungan ke SMK 1 Limboto, Gorontalo.

Dikatakan Menkes Nila, pencukupan gizi pada calon ibu dapat mempengaruhi kualitas gizi dari anak yang dikandungnya. Maka itu, Menkes Nila berharap, jumlah ibu hamil yang mendapatkan TTD minimal 90 tablet selama kehamilan dapat mencapai 85 persen.

"Memang masalah kesehatan tidak begitu saja diselesaikan karena keterbatasan pengetahuan dan bersifat dinamis sekali. Asal ada kemauan pemerintah kota provinsi dan masyarakat untuk berubah," ujar Menkes Nila.

Tablet tambah darah yang diberikan ini mengandung 200 mg zat besi dalam bentuk ferro sulfat/ferro fumarat atau ferro glukonat dan 0,25 mg asam folat. Setiap remaja putri disarankan minum satu tablet per minggu selama satu tahun.

(hrn/up)
News Feed