4 Cara Simpel Redakan Nyeri Otot Usai Berolahraga (1)

4 Cara Simpel Redakan Nyeri Otot Usai Berolahraga (1)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Selasa, 07 Agu 2018 08:05 WIB
4 Cara Simpel Redakan Nyeri Otot Usai Berolahraga (1)
Cara menghilangkan nyeri usai olahraga. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Nyeri otot sering kita rasakan setelah olahraga dan beberapa mengangapnya adalah suatu pencapaian baik karena tanda olahragamu cukup keras dan serius. Akan tetapi tidak semua nyeri otot setelah olahraga itu baik, bisa jadi beberapa bagian otot kita syok, bisa jadi karena postur olahraga yang tidak baik dan benar.

"Secara umum nyeri otot muncul beberapa jam setelah aktivitas, biasanya 24-48 jam, yang disebut delayed onset muscle soreness (DOMS) atau nyeri otot onset tertunda," kata Christopher Hogrefe, MD, FACEP, dokter bedah ortopedi di Northwestern Medicine, dikutip dari Men's Health.

Kondisi DOMS merupakan hasil robekan kecil yang terjadi pada serat otot yang dikombinasikan dengan proses peradangan. Hogrefe menyebut pada akhirnya akan menghasilkan rasa nyeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah berolahraga, perhatikan rasa nyeri yang timbul di sekujur tubuh. Jika yang dirasakan berbeda dari nyeri pada umumnya, redakanlah dengan 4 cara simpel berikut ini:

Makan banyak jamur

Foto: iStock

"Banyak sumber telah mengidentifikasi jamur memiliki bahan anti inflamasi yang dapat efektif mengurangi nyeri pada otot," kata Hogrefe.

Bahan tersebut bernama polysaccharides atau polisakarida. Fungsinya untuk mengurangi zat penyebab peradangan yang bernama sitokin. Jika ingin mengurangi cedera ototmu, cobalah mengonsumsi jamur dalam berbagai bentuk masakan.

Jangan skip pendinginan

Foto: thinkstock
Jika berolahraga, jangan pernah melewati tiga tahap penting yakni pemanasan, olahraga utama, dan pendinginan. Dengan pendinginan membuat ototmu kembali pulih.

Sebuah studi tahun 2018 pada pendinginan aktif mengungkapkan bahwa pelari yang melakukan pendinginan di akhir olahraganya ketimbang benar-benar beristirahat, dapat berlari tiga kali lebih lama untuk kedua kalinya.

Para peneliti percaya bahwa ada kaitannya dengan aliran darah yang lebih baik, sehingga laktasi darah berkurang (produksi metabolisme yang bisa membuatmu nyeri otot).

Minum jus ceri

Foto: thinkstock
Selain makan jamur, meminum jus ceri yang kaya antioksidan dan bahan anti inflamasi juga dapat membantu mengurangi nyeri akibat cedera otot. Sebuah studi tahun 2010 menemukan bahwa pelari jarak jauh yang meminum jus ceri selama 8 hari melaporkan nyeri ototnya berkurang.

"Seperti jamur, bahan anti inflamasi dalam buah ceri bermanfaat untuk mengurangi nyeri otot. Walau begitu, khususnya dalam kasus ekstrak ceri, harus diperhatikan kembali kandungan gula yang ada," tutur Hogrefe.

Pijat

Foto: Getty Images

Sudah jelas, memijat bagian tubuh bisa membantumu menghilangkan nyeri otot. Ditambah lagi, temuan pada studi tahun 2012 yang mengungkapkan pijat setelah olahraga secara signifikan mengurangi rasa nyeri.

Karena pijatan mampu mengurangi pelepasan sitokin, zat yang bisa menyebabkan peradangan atau inflamasi di tubuh. Pijat juga menstimulasi mitokondria dalam sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi sel dan memperbaikinya.

Halaman 2 dari 5

"Banyak sumber telah mengidentifikasi jamur memiliki bahan anti inflamasi yang dapat efektif mengurangi nyeri pada otot," kata Hogrefe.

Bahan tersebut bernama polysaccharides atau polisakarida. Fungsinya untuk mengurangi zat penyebab peradangan yang bernama sitokin. Jika ingin mengurangi cedera ototmu, cobalah mengonsumsi jamur dalam berbagai bentuk masakan.

Jika berolahraga, jangan pernah melewati tiga tahap penting yakni pemanasan, olahraga utama, dan pendinginan. Dengan pendinginan membuat ototmu kembali pulih.

Sebuah studi tahun 2018 pada pendinginan aktif mengungkapkan bahwa pelari yang melakukan pendinginan di akhir olahraganya ketimbang benar-benar beristirahat, dapat berlari tiga kali lebih lama untuk kedua kalinya.

Para peneliti percaya bahwa ada kaitannya dengan aliran darah yang lebih baik, sehingga laktasi darah berkurang (produksi metabolisme yang bisa membuatmu nyeri otot).

Selain makan jamur, meminum jus ceri yang kaya antioksidan dan bahan anti inflamasi juga dapat membantu mengurangi nyeri akibat cedera otot. Sebuah studi tahun 2010 menemukan bahwa pelari jarak jauh yang meminum jus ceri selama 8 hari melaporkan nyeri ototnya berkurang.

"Seperti jamur, bahan anti inflamasi dalam buah ceri bermanfaat untuk mengurangi nyeri otot. Walau begitu, khususnya dalam kasus ekstrak ceri, harus diperhatikan kembali kandungan gula yang ada," tutur Hogrefe.

Sudah jelas, memijat bagian tubuh bisa membantumu menghilangkan nyeri otot. Ditambah lagi, temuan pada studi tahun 2012 yang mengungkapkan pijat setelah olahraga secara signifikan mengurangi rasa nyeri.

Karena pijatan mampu mengurangi pelepasan sitokin, zat yang bisa menyebabkan peradangan atau inflamasi di tubuh. Pijat juga menstimulasi mitokondria dalam sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi sel dan memperbaikinya.

(frp/up)

Berita Terkait