Rabu, 14 Nov 2018 17:18 WIB

Hari Diabetes Sedunia

Bisa Diidap oleh Siapa Saja, Ini Cara Pegiat Kebugaran Cegah Diabetes

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Diabetes erat kaitannya dengan gaya hidup sehat dan bisa diidap oleh siapa saja. Foto: iStock
Jakarta - Penyakit diabetes sedang disorot di berbagai belahan dunia karena mengalami kenaikan. Bahkan di Indonesia sendiri, berdasarkan pemeriksaan gula darah penyakit diabetes mellitus naik dari 6,9 persen pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menjadi 8,5 persen di 2018.

Diabetes terkait erat dengan gaya hidup yang tidak sehat. Sebagai salah satu pegiat kebugaran dan gaya hidup sehat, Sally Tanudjaja menekankan pentingnya konsistensi dan pembiasaan diri dengan hidup sehat, walau memang dirinya tak memiliki riwayat penyakit tersebut.

"Diabetes memang bisa diidap oleh siapa saja, maka dari itu kita harus membiasakan diri dengan hidup sehat. Pilih makanan yang lebih sehat aja dan untuk dalam jangka waktu lama. Jadi kalau makannya nggak sehat jadi nggak enak badannya," ungkap wanita usia 39 tahun ini kepada detikHealth saat ditemui di kawasan Senayan, Rabu (14/11/2018).



Senada dengan Sally, pelatih marathon Andri Yanto juga menyatakan pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah diabetes. Meski ia juga tak memiliki riwayat, namun ia tetap menjaga kebugaran dirinya agar terhindari dari penyakit apapun, tak hanya diabetes.

"Kebetulan saya so far medical check up rutin, kondisinya masih oke. Saya juga membatasi asupan nutrisi yang berlebihan. Jadi nutrisi saya seimbang dan saya juga konsumsi karbohidratnya sangat terbatas, (makan) karbohidratnya kompleks juga. Gula darah saya relatif terjaga normal," ujar Andri.

Bagi pria yang menjaga kebugarannya dengan berlari hingga 40 km tiap minggunya ini, sebuah pepatah Tiongkok yang pernah ia baca yang berbunyi 'Penyakit datangnya dari mulut' menjadi pedomannya. Walau ia sendiri meyakini hal tersebut belum tentu 100 persen benar, namun membantunya untuk selalu menjaga apa yang ia makan.

"Kalau kamu makan sembarang siap-siap aja sih kamu sakit, kira-kira seperti itu. Saya makan hanya supaya saya hidup dan punya performa yang lebih baik. Saya makan untuk tubuh saya bukan untuk lidah saya," tutupnya.

(frp/up)