Kamis, 22 Nov 2018 07:36 WIB

Nggak Usah Ngoyo, Ini Saran Dokter Buat yang Ingin Ikut Marathon

Widiya Wiyanti - detikHealth
Jangan ngoyo kalau marathon! Simak saran dokter kesehatan olahraga. Foto: Pradita Utama/Detikcom Jangan ngoyo kalau marathon! Simak saran dokter kesehatan olahraga. Foto: Pradita Utama/Detikcom
Jakarta - Tren olahraga lari tengah berkembang di kalangan masyarakat. Bahkan perlombaan lari mulai dari nomor 5K hingga marathon menjamur dan banyak diminati.

Sayangnya, tidak jarang seseorang mengikuti perlombaan lari tanpa persiapan yang matang. Hasilnya, cedera tidak terelakkan atau bahkan karena memaksakan diri justru membahayakan nyawa.

Dokter kesehatan olahraga dari RS Premier Bintaro, dr Hario Tilarso, SpKO mengatakan bahwa semua orang yang ingin mengikuti perlombaan lari harus mengetahui batas kemampuan tubuhnya.

"Coba pakai sepatu terus ukur kemampuannya, kalau 15 menit sudah capek banget ya sudah segitu kemampuannya. Nggak usah dipaksain sampai finis," ujarnya kepada detikHealth saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).


Kemampuan fisik dan ketahanan tubuh bisa ditingkatkan dengan latihan secara bertahap. Semakin bertambah beban latihan, otomatis kekuatan tubuh pun akan meningkat.

"Cuma bisa seperempat jam, kita tambahin jadi 20 menit. Minggu depan kita naikin lagi jadi 30 menit. Dan punya waktu utuk adaptasi terhadap beban latihan," tutur dr Hario.

dr Hario juga menegaskan bahwa dalam perlombaan lari sangat tidak dianjurkan untuk memaksakan diri. kemampuan diri akan bertambah tidak dalam sekejap waktu. Itu lah pentingnya latihan bertahap untuk mendapatkan kemampuan yang optimal.




Tonton juga 'Apa Jadinya Jika Maraton di Kutub Selatan?':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed