Jakarta -
Deretan manfaat yoga mungkin sudah banyak didengar, seperti membuat energi jadi lebih baik, mengurangi stres, dan memperbaiki kualitas hidup. Namun yoga juga bisa membuat bercinta dengan pasangan semakin 'panas', lho!
"Yoga adalah penyatuan pikiran, tubuh, dan napas. Dalam bercinta kita menggunakan tubuh kita namun seringnya kita tidak menggunakan pikiran atau mengatur napas kita. Seharusnya kita menggunakannya karena dapat membantu kita lebih terkoneksi dengan sensasi yang kita alami dan juga pada pasangan kita di ranjang," kata Heather Simonson, seorang terapis seks asal New York dan instruktur yoga, dikutip dari Health.
Jika kamu bukanlah seorang penggemar olahraga yoga, mungkin dengan membaca empat manfaatnya untuk meningkatkan kehidupan seks dengan pasangan berikut ini bisa membuatmu mempertimbangkannya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yoga meningkatkan kelenturan
Foto: VCG/VCG via Getty Images
|
Siapa yang ingin kaku saat bercinta? Semakin lentur badan, semakin banyak 'eksperimen' di atas ranjang yang bisa kamu coba dengan pasangan. Mencoba hal baru sangat penting agar tidak membosankan dan menstimulasi area tubuh yang berbeda bisa membantu memaksimalkan kenikmatan.
"Banyak orang merasa kehidupan seks mereka stagnan karena mereka melakukan posisi yang sama terus-terusan, misalnya gaya misionaris. Yoga bisa membantu ototmu lebih lentur, yang membuatmu bisa mencoba beberapa tipe postur dan posisi berbeda saat bercinta," kata Simonson.
Plus, semakin lentur tubuhmu, semakin berkurang kemungkinan akan cedera saat mencoba posisi-posisi baru. Mantul!
Bikin nggak insecure soal tubuh
Foto: iStock
|
Simonson menyebut yoga meningkatkan kelenturan tubuh dan juga mental kita. Karena yoga terdiri dari delapan core value atau sutra yang berbeda, termasuk penerimaan dan pelepasan.
"Yoga membantu kita tak terlalu terikat akan pemikiran bahwa tubuh kita harus terlihat seperti bentuk tertentu agar merasa seksi atau menarik, sehingga kita semakin percaya diri pada tubuh kita sendiri," imbuhnya.
Semakin kamu menggeluti yoga dan mendalami prinsip penerimaan diri yang diajarkannya, kamu akan semakin nyaman dengan tubuhmu sendiri, baik di luar yoga maupun saat yoga. Seksi atau tidaknya tubuhmu tergantung bagaimana kamu menerimanya, bukan orang lain.
Bikin 'goyangan' makin jos
Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth
|
Ketimbang senam kegel untuk wanita, yoga lebih baik untuk menguatkan otot pelvis dan membuat sesi bercinta semakin intens. Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine mengungkapkan bahwa rutin beryoga meningkatkan hasrat, gairah, orgasme dan kepuasan menyeluruh pada wanita berusia 22 hingga 55 tahun.
"Praktik yoga dapat membantu area pelvis semakin terbuka, terutama dengan pose bagian pinggang terbuka seperti pose pigeon atau warrior I, yang berfokus di area tersebut dan meningkatkan sirkulasi. Semakin lancar sirkulasinya, semakin kuat orgasme yang dirasakan," tutur Simonson.
Membuatmu lebih fokus
Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth
|
Tiap pasangan memiliki fokus yang berbeda-beda, kadang ada yang bahkan sempat memikirkan soal pekerjaan di tengah-tengah sesi bercinta. Ujung-ujungnya bikin seks kacau dan menurunkan libido. Haduh!
"Seringkali yang mengganggu seks adalah isi pikiran, entah soal kesadaran diri atau sedang menilai diri kita sendiri dan bahkan pasangan kita," kata Simonson.
Dengan rutin beryoga yang melatihmu fokus, kamu akan bisa dengan mudah membuatmu fokus terhadap gairah dan keterikatanmu dengan pasangan. Yoga mengajarkan kita untuk lebih membuka pikiran, mengikuti aliran dan menyingkirkan hal-hal yang sudah tak kita perlukan.
Siapa yang ingin kaku saat bercinta? Semakin lentur badan, semakin banyak 'eksperimen' di atas ranjang yang bisa kamu coba dengan pasangan. Mencoba hal baru sangat penting agar tidak membosankan dan menstimulasi area tubuh yang berbeda bisa membantu memaksimalkan kenikmatan.
"Banyak orang merasa kehidupan seks mereka stagnan karena mereka melakukan posisi yang sama terus-terusan, misalnya gaya misionaris. Yoga bisa membantu ototmu lebih lentur, yang membuatmu bisa mencoba beberapa tipe postur dan posisi berbeda saat bercinta," kata Simonson.
Plus, semakin lentur tubuhmu, semakin berkurang kemungkinan akan cedera saat mencoba posisi-posisi baru. Mantul!
Simonson menyebut yoga meningkatkan kelenturan tubuh dan juga mental kita. Karena yoga terdiri dari delapan core value atau sutra yang berbeda, termasuk penerimaan dan pelepasan.
"Yoga membantu kita tak terlalu terikat akan pemikiran bahwa tubuh kita harus terlihat seperti bentuk tertentu agar merasa seksi atau menarik, sehingga kita semakin percaya diri pada tubuh kita sendiri," imbuhnya.
Semakin kamu menggeluti yoga dan mendalami prinsip penerimaan diri yang diajarkannya, kamu akan semakin nyaman dengan tubuhmu sendiri, baik di luar yoga maupun saat yoga. Seksi atau tidaknya tubuhmu tergantung bagaimana kamu menerimanya, bukan orang lain.
Ketimbang senam kegel untuk wanita, yoga lebih baik untuk menguatkan otot pelvis dan membuat sesi bercinta semakin intens. Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine mengungkapkan bahwa rutin beryoga meningkatkan hasrat, gairah, orgasme dan kepuasan menyeluruh pada wanita berusia 22 hingga 55 tahun.
"Praktik yoga dapat membantu area pelvis semakin terbuka, terutama dengan pose bagian pinggang terbuka seperti pose pigeon atau warrior I, yang berfokus di area tersebut dan meningkatkan sirkulasi. Semakin lancar sirkulasinya, semakin kuat orgasme yang dirasakan," tutur Simonson.
Tiap pasangan memiliki fokus yang berbeda-beda, kadang ada yang bahkan sempat memikirkan soal pekerjaan di tengah-tengah sesi bercinta. Ujung-ujungnya bikin seks kacau dan menurunkan libido. Haduh!
"Seringkali yang mengganggu seks adalah isi pikiran, entah soal kesadaran diri atau sedang menilai diri kita sendiri dan bahkan pasangan kita," kata Simonson.
Dengan rutin beryoga yang melatihmu fokus, kamu akan bisa dengan mudah membuatmu fokus terhadap gairah dan keterikatanmu dengan pasangan. Yoga mengajarkan kita untuk lebih membuka pikiran, mengikuti aliran dan menyingkirkan hal-hal yang sudah tak kita perlukan.
(frp/wdw)