Rabu, 13 Feb 2019 08:41 WIB

Siapa Bilang Cewek Berotot Tak Bisa Tampil Feminin? Ini Buktinya

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Otot kekar tapi masih feminin? Foto: Dok. Pribadi Jeanny Gosali Otot kekar tapi masih feminin? Foto: Dok. Pribadi Jeanny Gosali
Jakarta - Otot yang kekar identik dengan kesan macho. Tapi Jeanny Gosali mematahkan itu semua. Jen, panggilan akrabnya, memilih untuk tampil dengan lengan yang kuat tapi tetap bisa tampil cantik dan feminin.

Kepada detikHeath, wanita yang sudah memiliki lebih dari 55 ribu pengikut di akun instagram @fit4l5 ini mengungkap transformasi yang ia jalani. Awalnya, ia hanya mengikuti saran dari seorang teman untuk berolahraga bersama di sebuah sanggar senam. Saat itu ia mengikuti aerobik.

Meski semasa sekolah olahraga bukanlah hal yang ia minati, semangatnya tumbuh semenjak melihat teman-temannya di sanggar yang terlihat kekar sehat dan kuat. Ia pun ingin punya tampilan yang lebih mencerminkan gambaran sehat dan kuat tersebut.


Namun awalnya, ia belum menjalankan pola makan yang sehat, sehingga perubahan signifikan belumlah ia dapatkan. Tapi perlahan tapi pasti, Jen makin fit setelah bertanya pada sejumlah instruktur dan teman-temannya yang berkecimpung di bidang kebugaran.

"Dari sana saya mendapat banyak masukkan yang mana untuk bisa membentuk tubuh berotot saya harus melakukan weighlifting dan diimbangin dengan makanan yang sehat dan benar. Setelah saya memulai weighlifting beberapa waktu, saya mulai melihat perkembangan yang positif," ungkapnya.

Jen memamerkan otot kekarnya.Jen memamerkan otot kekarnya. Foto: Dok. Pribadi Jeanny Gosali


Seiring dengan bertambahnya waktu, Jen merasakan manfaat berolahraga di mana ia merasakan badan segar bugar dan jarang dihinggapi penyakit. Ditambah lagi, ia menyadari kalau sehat itu tidak bisa dinilai dan dibeli dengan uang. Tanpa kesehatan, seseorang tidak bisa menikmati hidup.

"Untuk weighlifting saya melakukannya 4-5 per minggu. Diimbangin dengan cardio 2-3 kali seminggu dan pola makan yang sehat," katanya saat ditanya seberapa sering ia berolahraga.


Akhirnya, Jen berhasil mendapatkan tubuh dengan otot kekar yang ia dambakan. Tapi ada saja komentar dari pengikutnya di media sosial yang menyinggung soal otot-otot yang ia miliki.

"Satu lagi pernyataan yang selama ini selalu menghantui para wanita yaitu banyaknya komentar yang menyatakan bahwa jika seorang wanita berotot maka dia akan terlihat macho. Menurut saya pribadi otot itu indah dan mencerminkan kekuatan dan kesehatan, kembali lagi kepada selera," pendapatnya.

"Banyak orang yang menyukai tubuh yang hanya lean, ataupun curvy ataupun berotot. Selama kita bahagia dengan diri sendiri dan yang terpenting sehat luar dan dalam itu lah hal yang paling penting dalam hidup ini. Semua wanita diciptakan dengan bentuk tubuk, keunikan dan kecantikan masing masing."

Tetap bisa cantik, cewek nggak perlu takut angkat beban.Tetap bisa cantik, cewek nggak perlu takut angkat beban. Foto: Dok. Pribadi Jeanny Gosali


Wah jadi terinspirasi buat mulai hidup sehat enggak sih mendengar cerita transformasi Jen? Kalau ada waktu, enggak usah ragu deh untuk mulai menginjakkan kaki ke pusat kebugaran.

Enggak perlu menghindari angkat beban juga. Menurut Jen, anggapan wanita yang melakukan olahraga angkat beban akan menyerupai tubuh lelaki enggak benar tuh. Wanita perlu usaha dan waktu yang lebih lama dibanding pria untuk membentuk otot tubuhnya. Selama kita tidak mengkomsumsi suplemen hormon tambahan maka wanita hanya akan memiliki tubuh kuat dan otot yang tetap feminin.

Kata siapa? Jen buktinya.




Tonton juga video 'Sempat Gemuk, Liana Tasno Jadi Kecanduan Olahraga':

[Gambas:Video 20detik]


Siapa Bilang Cewek Berotot Tak Bisa Tampil Feminin? Ini Buktinya
(ask/up)