Selasa, 19 Mar 2019 07:40 WIB

Olahraga 30 Menit Lebih Dianjurkan Dibanding 22 Menit, Ini Alasan Medisnya

Ayunda Septiani - detikHealth
Olahraga tidak hanya soal durasi tetapi juga intensitas (Foto: thinkstock) Olahraga tidak hanya soal durasi tetapi juga intensitas (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dalam debat putaran ketiga Pilpres 2019 yang lalu, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyebut olahraga 22 menit tiap hari sebagai langkah promotif preventif. Namun dokter spesialis kesehatan olahraga punya pandangan berbeda.

Kepada detikHealth, dr Michael Triangto, SpKO dari Klinik Slim and Health RS Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek Jakarta menjelaskan bahwa organisasi kesehatan dunia (WHO) menganjurkan aktivitas fisik dengan intensitas sedang sekurangnya 150 menit tiap pekan. Artinya, butuh berapa menit dalam sehari?

"Gampang, bagi aja 5. 'Lho kok bukan 7 hari Dok?' Karena harus ada istirahat untuk recovery dan perbaikan sel-sel dari otot, saraf tulang yang mengalami kerusakan saat melakukan latihan. Jadi kalau dibagi 5, setiap hari 30 menit," jelasnya.


...harus ada istirahat untuk recovery dan perbaikan sel-sel dari otot, saraf tulang yang mengalami kerusakan saat melakukan latihan. Jadi kalau dibagi 5, setiap hari 30 menitdr Michael Triangto, SpKO - Pakar kesehatan olahraga

Selain itu, dr Michael juga menekankan bahwa anjuran WHO juga tidak hanya soal durasi. Anjuran 150 menit aktivitas fisik tiap pekan adalah untuk intensitas sedang atau moderate. Sedangkan untuk intensitas vigorous atau berat, WHO menyebut batas minimalnya 75 menit tiap pekan.

"Keduanya (durasi dan intensitas) penting dan itu tidak terpisahkan. Karena suatu program olahraga yang baik harus mengandung unsur FITT. F itu frekuensinya, I itu intensitasnya, T time atau durasi, dan type dari olahraga. Bukan hanya satu," jelas dr Michael.

Buat kamu yang super sibuk, ada alternatif TABATA workout yang cuma butuh waktu 4 menit. Simak videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]



(kna/up)
News Feed