Sabtu, 22 Jun 2019 16:11 WIB

Hidup Sehat Rajin Olahraga, Kenapa Bisa Kena Serangan Jantung?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi serangan jantung. Foto: iStock Ilustrasi serangan jantung. Foto: iStock
Jakarta -
Kini, penyakit jantung dan serangan jantung kerap hadir bukan hanya pada orang berusia tua. Bahkan, beberapa orang yang telah menerapkan gaya hidup sehat serta rajin berolahraga juga bisa mengalami serangan jantung.
Menurut ahli kardiologi dari RS Jantung Diagram Prof Dr Harry Suryapranata, ada beberapa faktor risiko yang tidak diketahui dan tidak dimininalisir kehadirannya. Seperti penyakit diabetes, hipertensi, atau kolesterol.
"Kalau tadi (penyakit -red) dikurangi walau ada bakat, umur 70 mungkin baru dapat penyakit ini (serangan jantung -red). Tapi kalau sudah punya bakat, ngerokok, diabet umur 40 kena serangan (jantung)" ujarnya saat ditemui detikHealth di RS Jantung Diagram, Cinere, Depok baru-baru ini.
Kebanyakan orang salah presepsi untuk menurunkan faktor risiko dari serangan jantung. Prof Harry mengambil contoh orang yang mengidap hipertensi, risiko terbesar dari tekanan darah yang tidak bisa dikontrol adalah serangan jantung, gagal ginjal, stroke, atau kebutaan.
Orang pengidap hipertensi akan dianjurkan untuk minum obat seumur hidup demi menjaga tekanan darahnya tetap terkontrol. Tapi kebanyakan orang menganggap bahwa obat kimia yang diminum akan membuat ginjal rusak.
"Disuruh minum obat seumur hidup, nggak mau. Umur 60 sudah mulai nggak enak badannya, dia bilang 'dok kasih obatnya deh'. 6 bulan kemudian cuci ginjal, dialisis. Teman-temannya bilang jangan makan obat, makan obat jadi rusak ginjalnya. Momok di masyarakat obat merusak ginjal, padahal dia hanya melihat saat itu, nggak lihat sejarahnya. Minum obat dokternya disalahin, di medsos viral orang minum obat cuci ginjal," jelas Prof Harry.
"Coba dia dengar kata dokter, umur 100 belum cuci ginjal. Coba dia minum obat dari 40 tahun dan bertahun-tahun minum obat, nggak jadi rusak ginjalnya. Itu lah salah presepsi. Dia tidak kosisten merendahkan pembunuh ini. Soon or later," lanjutnya.
Tidak dikontrolnya faktor risiko penyakit-penyakit tersebut lambat laun bisa menjadi pembunuh seperti serangan jantung. Maka dari itu, Prof Harry menganjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat dan mengontrol segala macam penyakit yang ada di tubuh.


(wdw/up)