Rabu, 26 Jun 2019 16:26 WIB

Olahraga Saat Polusi Jakarta Sedang Tinggi-tingginya, Bahaya Bagi Jantung?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Polusi udara di Jakarta banyak disumbang oleh asap kendaraan bermotor (Foto: Rifkianto Nugroho) Polusi udara di Jakarta banyak disumbang oleh asap kendaraan bermotor (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Kualitas udara di Jakarta disebut sangat buruk sampai disematkan gelar kota dengan polusi tertinggi di dunia. Oleh situs penyedia peta polusi udara online, AirVisual, nilai air quality index (AQI) di kota Jakarta sempat mencapai angka 216 atau masuk ke kategori 'very unhealthy'.

Soal hal tersebut, komunitas pesepeda di Indonesia menyarankan untuk tetap bersepeda atau berolahraga sebagai bentuk gerakan dan upaya agar kualitas udara bisa menjadi lebih baik dan tubuh lebih sehat. Tapi banyak yang beranggapan berolahraga saat polutan sedang tinggi bisa menyebabkan penyakit jantung. Benarkah?

"Untuk sistem kardiovaskular sendiri sih nggak ada penelitian yang bilang bahwa ada dampak langsung, tapi mungkin yang ada ke arah paru-paru kecuali polusi yang disebabkan oleh asap rokok itu baru (menyebabkan penyakit jantung-red)," tutur spesialis jantung dari RS Harapan Kita, dr Dony Yugo Hermanto, SpJP, Rabu (26/6/2019).



dr Dony menuturkan penyakit jantung bukan sakit yang hanya sehari dua hari saja tetapi mengalami perkembangan. Sebagai contoh serangan jantung berkembang dalam beberapa tahun bahkan puluhan tahun dan memiliki faktor risiko tertentu seperti penyakit jantung koroner.

"Untuk developnya merokok, hipertensi, diabet, kolesterol tinggi, riwayat keluarga itu risiko sakit jantung. Nah untuk hubungan antara olahraga saat polutan tinggi dan sakit jantung itu nggak ada," pungkasnya.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)