Minggu, 28 Jul 2019 12:51 WIB

Pengunjung CFD Keluhkan Kualitas Udara: 'Kirain Kabut Tak Tahunya Polusi'

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Petugas melakukan uji emisi untuk mengenalikan polusi udara (Foto: Pradita Utama) Petugas melakukan uji emisi untuk mengenalikan polusi udara (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Kualitas udara di Jakarta kembali menjadi sorotan usai AirVisual menempatkan Jakarta di urutan pertama kota paling berpolusi di dunia. Air Quality Index (AQI) di Jakarta mencapai angka 195 pagi ini (28/7/2019), yang berarti kualitas udara sudah tidak sehat.

Hal ini dikeluhkan juga oleh Nurfatia, salah satu warga saat berkegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman. Walau ia tiba pagi dan seharusnya bebas asap kendaraan, ia mengaku saat berolahraga napasnya menjadi tidak nyaman.

"Iya (nggak nyaman). Tadi ke taman-taman juga ada kayak kabut, kirain kabut tahunya polusi. Ini biasanya pakai masker sih, soalnya kadang hidung gatel kalau tertutup debu," ungkap warga Jakarta Timur ini saat berbincang dengan detikHealth, Minggu (28/7/2019).

Ia dan teman-temannya berangkat ke area CFD pada setengah delapan pagi, namun kedua temannya mengaku mulai memakai masker tak lama kemudian karena mulai merasa banyak debu dan asap.


Beberapa pengunjung CFD Sudirman-Thamrin merasa perlu pakai masker karena khawatir akan polusi udara.Beberapa pengunjung CFD Sudirman-Thamrin merasa perlu pakai masker karena khawatir akan polusi udara. Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth


Kualitas udara di Jakarta juga sudah menjadi perhatian Fatna, salah satu teman Nurfatia. Bahkan ia juga mengunduh aplikasi AirVisual, dan terkejut melihat angka tersebut. Sempat ia merasa sedikit bingung untuk berangkat CFD karena takut udara yang kotor.

Mereka berharap untuk mengatasi polusi udara di Jakarta mulai dari masyarakat hingga pemerintah ikut terlibat. Dari beralih menggunakan kendaraan umum yang lebih murah dan mudah dan mengurangi kendaraan pribadi, hingga memperbanyak penanaman pohon.

"Ini (di sekitar area CFD) juga banyak pohon tapi nggak adem, kalah sama gedung-gedungnya. Berharap pemerintah bisa memperbanyak pohon-pohon ya. Dan filter-filter seperti yang di Jepang, untuk pabrik dan kendaraan umum biar nggak menyumbang polusi," pungkas Fatna.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)