Minggu, 04 Agu 2019 12:31 WIB

Hindari Kematian Mendadak Saat Berlari, Ini Pesan Melanie Putria

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Surabaya Marathon 2019 (Foto: Amir Baihaqi) Surabaya Marathon 2019 (Foto: Amir Baihaqi)
Jakarta - Seorang peserta Surabaya Marathon 2019 bernama Husnun Nadhor Djuraid (60) meninggal dunia saat mengikuti lomba lari dalam kategori 10 KM pada Minggu (04/8/2019). Ia pingsan dan terjatuh saat lari mencapai 8 KM, lalu nyawanya tak tertolong.

Bukan kali ini saja kematian mendadak terjadi dalam lomba lari. Seperti halnya pada olahraga lainnya, seseorang harus mampu mengetahui kapasitas dari tubuhnya sendiri saat berlari. Bila dipaksakan, cedera bahkan kematian pun bisa terjadi seperti yang dialami.

Soal ini, Putri Indonesia 2002 yang juga seorang pelari, Melanie Putria, punya pesan tersendiri. Menurutnya, kapasitas tubuh tidak bisa dilebihkan dari jumlah yang seharusnya.

"Kita harus mengetahui kapasitas tubuh kita sendiri. Jangan terlalu over training. Jika sudah terjadi hal-hal yang mempengaruhi keadaan tubuh, berarti memang ada yang salah dengan tubuh kita," jelasnya, ditemui di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/7/2019).



Tidak hanya dengan berlatih, Melanie menegaskan, pola makan dan istirahat juga harus tercukupi dengan baik demi keberlangsungan kegiatan olahraga seseorang.

"Pola makan, istirahat seperti tidur, dan tidak lupa juga suplemen merupakan kondimen yang sangat penting dan harus dilakukan dengan baik oleh pelari. Tanpa itu semua, badan bukannya sehat tetapi malah sebaliknya," imbuhnya.

Dampak dari olahraga berlebih juga dialami perempuan. Jika siklus menstruasi sudah terganggu dari jadwal biasanya, bisa dipastikan kondisi badan tidak stabil.



Simak Video "Tips Lari Menyenangkan Ala Indorunners"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)