Kamis, 22 Agu 2019 07:04 WIB

Olahraga Pakai Masker Tak Dianjurkan, Ini Saran Dokter untuk Atasi Polusi

Kintan Nabila - detikHealth
Lari di tengah kepungan polusi memang menyiksa (Foto: iStock) Lari di tengah kepungan polusi memang menyiksa (Foto: iStock)
Jakarta - Lari maunya sehat, tapi malah kena asap. Demikian kata praktisi kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Jack Pradono Handojo, MHA.

Polusi udara tentunya bisa membatasi aktivitas olahraga outdoor seperti lari. Bahkan beberapa orang ada yang memakai masker saat olahraga di luar ruangan. Nah, apakah penggunaan masker saat lari disarankan, atau malah bahaya?

"Sebenarnya diperbolehkan. Tapi yang jadi masalah, ketika lari napas kita rata-rata setiap menit antara 12 sampai 16 kali, waktu lari bisa naik dua kali lipat. Pada waktu seperti itu susah banget napas kalau lari pakai masker, rasanya kayak napas lewat sedotan," katanya saat ditemui di Fakultas Kedokteran UI Salemba, Rabu (21/8/2019).



Ia menambahkan, orang akan lebih memilih tidak menggunakan masker, karena mereka membutuhkan banyak oksigen saat berlari.

"Kalau pake masker, oksigen yang dimasukkan nanti jadi lebih sedikit. Nanti orangnya engap atau istilahnya iskemia, bisa collapse," Katanya.

Lari tanpa masker tentu berisiko terpapar polusi. Namun, risikonya lebih rendah ketimbang memakai masker saat lari.

"Mendingan nggak usah pakai masker lah ya, tapi kita pintar-pintar memilih waktu dan tempatnya. Event lari kan ada banyak misalnya di taman atau di stadion," pungkasnya.





Simak Video "Kapan Waktu yang Tepat untuk Gunakan Masker atau Respirator?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)