Sabtu, 21 Sep 2019 11:15 WIB

Jaga Kesehatan, Ini Tips Olahraga Rumahan di Tengah Kepungan Kabut Asap

Firdaus Anwar - detikHealth
Tebalnya kabut asap membuat olahraga di luar ruangan jadi tidak ideal. (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S) Tebalnya kabut asap membuat olahraga di luar ruangan jadi tidak ideal. (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Jakarta - Parahnya bencana kabut asap yang melanda sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera memaksa warga mengurangi aktivitas di luar ruangan. Beberapa bahkan ada yang akhirnya memilih melindungi diri diam di dalam rumah.

Namun demikian berhari-hari tanpa aktivitas memadai di dalam rumah juga bisa jadi hal yang tidak baik. Seperti misalnya dialami oleh Muhlisin, salah satu warga di daerah Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

"Sekolah di Palangkaraya libur sudah 10 hari karena kabut asap. Bingung enggak ada aktivitas," kata Muhlisan beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut spesialis kedokteran olahraga dr Michael Triangto, SpKO, dari Slim + Health Sports Therapy menyarankan beberapa olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah di tengah kepungan kabut asap. Tujuannya selain untuk menghilangkan penat juga menjaga kebugaran tubuh.


"Karena kebakaran hutan diam di dalam rumah bisa boring, gangguan kesehatan karena tubuh juga kaku. Nonton TV posisinya kan tetap begitu saja duduk di sofa sekian lama pasti enggak nyaman. Kita butuh gerakan-gerakan tujuannya supaya ada aliran darah ke seluruh tubuh," kata dr Michael pada detikcom, Sabtu (21/9/2019).

Untuk olahraga aerobik dr Michael menyarankan memakai bantuan alat seperti sepeda statis atau treadmill. Bila tidak ada maka sepeda biasa juga bisa dipakai dengan modifikasi standar sehingga roda belakangnya menggantung di udara.

"Atau kalau tidak kita jalan di dalam ruangan rumah kita selama 30 menit," lanjutnya.

Lalu agar otot-otot juga tidak pegal dan kaku bisa dilakukan latihan anaerobik seperti push-up, gerakan peregangan, atau reverse crunch di kursi.

"Tidak perlu push-upnya di lantai. Kita menghadap dinding kedua tangan setinggi bahu, kedua kaki selebar bahu, posisi kaki kita berjarak setengah meter dari dinding tempat bertumpu, kemudian kita lipat siku," pungkas dr Michael yang menyebut semua kelompok usia bisa mencoba olahraga ini.



Simak Video "Ngobs Kuy! Duka Kabut Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)