Sabtu, 07 Des 2019 05:30 WIB

Jadi Gurauan Sri Mulyani, Seperti Apa Rasanya Gowes Brompton Harga Selangit?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Menkeu Sri Mulyani mengamati Harley dan Brompton ilegal (Foto: Agung Pambudhy) Menkeu Sri Mulyani mengamati Harley dan Brompton ilegal (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut berkomentar terkait ditemukannya sepeda Brompton dalam kasus Garuda Indonesia. Ketika melihat-lihat barang temuan Bea dan Cukai, dia sempat bersenda gurau dengan awak media.

"Sepeda kalau Rp 50 juta sekali mengayuh langsung hilang ya," kata Sri Mulyani sambil tertawa.



Sepeda Brompton yang tengah populer di masyarakat memang mengundang banyak perhatian. Menurut Ketua Brompton Owner Group Indonesia (BOGI) Baron Martanegara, ada beberapa alasan memilih sepeda lipat Brompton dibanding yang lain. Yang pasti, bukan semata-mata karena harganya yang mahal.

"Memilih Brompton sebetulnya karena lebih simpel saat digunakan. Sepeda ini mudah dilipat dan fashionable. Kita jadi lebih mudah kampanye hidup sehat dengan bersepeda, termasuk dengan eksplore lokasi tertentu atau piknik," kata Baron.

Meski berkualitas, Brompton adalah sepeda dengan harga yang tidak murah. Menurut Baron harga sebetulnya relatif, karena masih banyak sepeda lain yang harganya lebih mahal daripada Brompton.

"Harga relatif ya, kalau mampu ya dibeli. Kita beli bukan karena gengsinya tapi kegunaan sepeda. Ada banyak sepeda yang harganya berkisar Rp 50-100 juta dan bukan Brompton," ujar Baron.



Simak Video "Manfaat Bersepeda untuk Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)