Senin, 30 Des 2019 14:05 WIB

Bukan 'Ugal-ugalan', Ini Alasan Sesungguhnya Pesepeda Ogah Pakai Jalur Khusus

Widiya Wiyanti - detikHealth
Jalur khusus sepeda. Foto: Uyung/detikHealth
Jakarta - Dari kasus pesepeda yang ditabrak PNS di Jalan Sudirman pada Sabtu (28/12) lalu, disoroti soal ketujuh pesepeda yang menggunakan jalur paling kanan dan tidak menggunakan jalur khusus sepeda. Tidak jarang netizen menyalahkan para pesepeda itu karena dianggap arogan hingga 'ugal-ugalan'.

Chaidir dari komunitas sepeda Rocketers menyebut bahwa tidak semua pesepeda cukup paham akan aturan dan etika di jalan. Namun, menurutnya pesepeda yang dianggap 'ugal-ugalan' bukan berarti tidak beretika di jalan. Terutama untuk sepeda sport, ada alasan tersendiri di balik mereka yang tidak menggunakan jalur khusus sepeda.

"Satu, kadang pesepeda perlu berteriak jika ada kendaraan atau sesuatu yang membahayakan lebih karena sepeda memang tidak dilengkapi klakson," ujarnya kepada detikcom, Senin (30/12/2019).

"Dua, sepeda sport ketika dipacu dalam kecepatan tinggi akan sulit untuk memperlambat secara tiba-tiba (rem mendadak) karena akan menyebabkan crash, nah hal ini akan terlihat seperti pesepeda sport tidak mau mengalah," lanjut Chaidir.



Alasan kedua itulah yang menjadi dasar para pesepeda, terutama sepeda sport dianggap 'ugal-ugalan'. Sementara itu, sepeda sport atau road bike dengan kecepatan laju yang tinggi tidak menggunakan jalur khusus sepeda karena justru dapat membahayakan pesepeda lain yang kecepatannya lebih rendah.

Ketua Komunitas Bike To Work (B2W), Poetoet Soedarjanto pun menyarankan untuk lebih waspada dalam berkendara, baik pesepeda maupun pengendara kendaraan bermotor lainnya agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain.

"Setiap orang berbeda dalam mensikapi perilaku berkendara orang lain, ada yang mengatakan ugal-ugalan ada yang tidak, hanya soal persepsi saja sih ya, tapi memang tidak semua pengguna jalan itu baik dalam berkendara, termasuk pengguna sepeda," pungkasnya.



Simak Video "Pesan Buat Pegowes Pemula dari dr. Falla Adinda"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)