Senin, 30 Des 2019 12:35 WIB

PNS Tabrak Pesepeda, Komunitas: Roadbike Masuk Jalur Sepeda Malah Bahaya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi rombongan road bike. Foto: iStock
Jakarta - Kasus tujuh pesepeda ditabrak mobil yang dikemudikan seorang PNS di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan cukup menarik perhatian banyak orang, terutama para pegowes yang menggunakan sepedanya sebagai moda transportasi. Pasalnya, pesepeda yang menjadi korban itu tidak menggunakan jalur khusus sepeda yang ada.

Menanggapi hal tersebut, Chaidir dari komunitas sepeda Rocketers mengatakan bahwa tidak semua pesepeda aman menggunakan jalur khusus. Ia menyebut ada dua kategori pesepeda, yaitu pesepeda yang menggunakan sepeda untuk menuju suatu tempat agar lebih cepat dan pesepeda sport dengan tujuan olahraga.

Untuk kategori pertama, pesepeda yang menggunakan sepeda untuk ke kantor, ke sekolah, ke pasar atau menjangkau jarak dengan lebih cepat sebaiknya menggunakan jalur khusus sepeda atau lajur paling kiri untuk mendapatkan keamanan karena kecepatan sepeda mereka jauh lebih rendah daripada kecepatan kendaraan lain.



"(Sedangkan) pesepeda sport yang menggunakan sepeda untuk tujuan olahraga, mereka ini para penggemar sepeda yang tujuannya memang untuk memacu kecepatan. Karena karakter mereka tidak akan bisa menggunakan jalur sepeda yang malah membahayakan para pesepeda kategori 1 dan pejalan kaki serta pengguna trotoar (banyak jalur sepeda yang bersinggungan dengan trotoar)," katanya kepada detikcom, Senin (30/12/2019).

Senada dengan Chaidir, Ketua Komunitas Bike To Work (B2W), Poetoet Soedarjanto juga menyebut bahwa pesepeda untuk berolahraga atau disebut road bike tidak akan menggunakan jalur khusus sepeda karena kecepatan lajunya yang cukup tinggi. Jalur khusus sepeda digunakan untuk bertransportasi.

"Yang saya perhatikan bahwa kasus ini menimpa teman-teman pengguna sepeda yang berolahraga dengan Road Bike yang tentu memiliki kecepatan di atas rata-rata pengguna sepeda untuk bertransportasi, sehingga akan sulit jika masuk di jalur sepeda yang telah disiapkan," jelasnya.



Simak Video "Pengusaha Taman Rekreasi Ngaku Dapat Berkah dari Komunitas Sepeda"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)