Kamis, 02 Jul 2020 07:04 WIB

Round Up

Nostalgia Peneng dan Pro-Kontra Andai Pajak Sepeda Dipungut Lagi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemotor diijinkan untuk melintas di jalur khusus sepeda di kawasan Banjir Kanal Timur, Jakarta. Namun waktunya dibatasi yakni hanya pada hari Senin-Jumat pukul 06.00-09.00 WIB. Pengendara motor melintas di jalur khusus sepeda di kawasan Banjir Kanal Timur, Jakarta, Rabu (11/3/2015) pagi. Wacana tentang pajak sepeda menuai pro dan kontra (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Meski dibantah oleh Kementerian Perhubungan, rumor pajak sepeda telanjur menuai pro dan kontra. Ada yang setuju sepeda diterapkan pajak asalkan dengan syarat, adapula yang langsung menolak tidak ingin dikenakan pajak.

Pooling detikHeath di Twitter, Selasa (30/6/2020), menunjukkan 47 persen netizen tidak setuju jika seandainya pajak sepeda diberlakukan lagi. Sebanyak 19 persen setuju, dan 34 persen lainnya memilih menimbang terlebih dahulu setuju atau tidak, tergantung dengan penerapan peraturan pajak sepeda tersebut.



Co-founder Bike to Work Indonesia (B2W), Toto Sugito, dalam wawancara dengan detikcom mengaku tak masalah jika pajak sepeda nantinya diterapkan kembali. Tapi ada syaratnya, fasilitas pesepeda semuanya sudah dilengkapi.

"Setuju! Bila semua fasilitas untuk pesepeda sudah dibangun dan diterapkan dengan baik dan benar, sesuai dengan UU No 22/2009 dan Pergub No 51/2020," jelasnya saat dihubungi detikcom Rabu (30/1/2020).

Salah seorang pembaca detikcom yang mengikuti poling detikHealth, Dewo Udianto, juga menyampaikan pendapat senada. Setuju ada pajak sepeda, tetapi ada syaratnya.

"Setuju saja kalau cuma maksimal 20 ribu untuk pening sepeda seperti jaman dulu, hasil pajak sepeda yang nyaman dan aman," jelas Dewo.




Pendapat berbeda diutarakan Bagus 'Kinjeng' Chriswandito, Sekjen II KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia). Ia tidak setuju kalau seandainya sepeda dikenakan pajak.

"Pada intinya kami para pesepeda ini kurang menyetujui kalau sepeda ini dikenakan pajak, karena begini pada saat beli sepeda pun kita sebenarnya sudah include pajak, di situ karena penjualan atau importir atau penjualan sepeda pun sudah kena pajak ya sebetulnya secara tidak langsung gitu sih menurut saya," jelas Bagus.

Sebagian besar yang menolak wacana pajak sepeda juga menyinggung soal fasilitas untuk pesepeda. Seorang netizen, Iful Alfanisi, dalam pooling detikHealth juga menyampaikan pendapat hal itu.



"Gue tetep gowes tapi ogah bayar pajak, masa mau sehat harus bayar pajak, seharusnya pemerintah yg ngasih fasilitas biar warganya pada sehat," cuit @IfulAlfanisi menanggapi pooling detikHealth.

Setuju ada pajak sepeda? Tinggalkan komentar.



Simak Video "Bersepeda Wajib Gunakan Masker tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)