Sepeda Mau Dikenai Pajak? Pegowes: Di Luar Negeri Malah Dibayar

Sepeda Mau Dikenai Pajak? Pegowes: Di Luar Negeri Malah Dibayar

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 30 Jun 2020 17:28 WIB
Bersepeda menjadi gaya hidup baru, bagi warga Kota Bandung, Jawa Barat. Jalanan yang ada di pusat Kota Bandung, menjadi trek favorit bagi para pesepeda.
Menanggapi isu pajak sepeda, pegowes justru mengeluhkan minimnya jalur dan fasilitas (Foto: Wisma Putra)
Jakarta -

Beredar kabar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyiapkan aturan soal pajak sepeda. Kabar tersebut telah dibantah oleh juru bicara Kemenhub, Adita Irawati.

"Tidak benar Kemenhub sedang menyiapkan regulasi terkait pajak sepeda," jelasnya dalam keterangan tertulis.

Faktanya, Kemenhub tengah menyiapkan regulasi kegiatan bersepeda demi keselamatan pengendara untuk menyikapi maraknya penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi oleh masyarakat. Bukan untuk menarik pajak sepeda.

Meski demikian, rumor tentang pajak untuk sepeda sempat memancing berbagai pendapat. Ada yang mendukung, ada pula yang menentang. Bagaimana pada pegiat dunia persepedaan menyikapinya?

Dokter yang juga seorang pesepeda, Aristi Prajwalita Madjid, mengaku tidak setuju jika pegowes dikenai pajak sepeda. Menurutnya, hal ini bertolak belakang dengan kondisi para pesepeda di luar negeri.

ADVERTISEMENT

"Sebenarnya sih lucu saja ya, maksudnya di luar negeri saja sekarang kaya di Belanda yang pakai sepeda malah dibayar oleh negara kan," jelasnya saat dihubungi detikcom Selasa (30/6/2020).

"Justru bagusnya kan satu negara itu pesepeda itu jadi alat trasnportasi pilihan pertama ya kalau bisa, tapi akhirnya kalau dipajakin gitu sih lucu saja," lanjut Aristi yang hobi touring bersepeda di berbagai negara.

Kegiatan Car Free Day (CFD) di Sudirman-Thamrin, Jakarta, Minggu (28/06/2020), ditiadakan. Tetapi jalur sepeda sementara (pop up bike lane) tetap dibuka.Pesepeda melintas di Sudirman-Thamrin, Jakarta, Minggu (28/06/2020). Foto: Rengga Sancaya

Senada dengan Aristi, kepala bidang umum ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) DKI Fatur Racavvara juga tidak sepakat jika pajak sepeda kembali diterapkan. Menurut pria yang juga aktif di Pedal Seli Indonesia tersebut, sebaiknya fasilitas umum bagi para pesepeda dilengkapi terlebih dahulu.

"Kalau untuk pesepeda seyogyanya kalau mau dipajakin itu jalur sepeda harus sudah ada semua di jalan yang menghubungkan antar daerah itu harus sudah ada juga sih. Jadi kalau tiba-tiba mau dipajakin tanpa ada fasilitas sebelumnya, saya rasa nggak bijak juga buat pemerintah untuk mengadakan itu," jawab Fatur saat dihubungi detikcom secara terpisah.

"Harusnya kita nggak serta merta (langsung menerapkan pajak) kalau di negara lain kan pesepeda itu dijadikan hal yang dimajukan. Dikasih subsidi, dikasih fasilitas, dan segala macam, karena kan bersepeda itu bisa meningkatkan kesehatan, mengurangi polusi dan segala macam," kata Fatur.




(naf/up)
Pro-Kontra Pajak Sepeda
6 Konten
Tren bersepeda sedang naik daun belakangan ini. Ketika tiba-tiba muncul rumor bakal ada pajak sepeda, pro dan kontra langsung mencuat. Padahal, rumor tersebut sudah dibantah oleh Kemenhub.