Rabu, 15 Jul 2020 07:21 WIB

5 Alasan Tak Pakai Celana Dalam Saat Olahraga

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Unrecognizable female athlete having a exercising training in a health club. Beberapa orang lebih nyaman berolahraga tanpa memakai celana dalam (Foto: iStock)
Jakarta -

Beberapa jenis celana olahraga didesain cukup nyaman untuk dipakai tanpa dirangkap celana dalam. Desain seperti itu tentu bukan tanpa alasan, sebab kenyataannya banyak yang mengeluh kurang nyaman berolahraga pakai celana dalam biasa.

Menurut pakar, pemakaian celana dalam saat olahraga memang bukan keharusan. Yang terpenting, pastikan organ intim terlindungi dari risiko gesekan atau kelembapan yang berdampak buruk bagi kesehatan.

"Tidak ada bukti ilmiah bahwa wanita harus mengenakan pakaian dalam," Lakeisha Richardson, MD, seorang ob-gyn di Greenville, Mississippi, dikutip dari Health.

Berikut ini 5 alasan ada orang yang lebih memilih olahraga tanpa menggunakan celana dalam.

1. Tidak nyaman

Celana yang digunakan wanita saat berolahraga biasanya berbahan legging, sebagian wanita hal ini menjadi masalah karena saat wanita menggunakan legging akan terlihat garis celana dalamnya. Sehingga tidak bebas melakukan gerakan olahraga.

2. Rasa gatal pada vagina

Berkeringat setelah melakukan olahraga hal yang wajar. Namun, menggunakan celana dalam yang berkeringat selama berjam-jam mengakibatkan rasa gatal pada area vagina.

3. Gampang lecet

Menurut Dr. Scott Osmun, Bloom OB-GYN di Washington, D.C., dikutip dari Huffpost mengatakan penggunaan celana dalam berbahan sintetis seperti poliester akan membuat luka di area vagina.

"Bahan tersebut menyebabkan lebih banyak gesekan dan iritasi, dan setiap gesekan atau dapat membuat luka kecil di kulit Anda," ucap Dr Scoot.

4. Risiko infeksi jamur

Vagina merupakan area sensitif, sehingga jika menggunakan celana dalam yang ketat dan berkeringat membuat vagina menjadi lembab. Hal ini akan terjadi berkembangnya jamur atau bakteri.

"Kelembapan yang terjadi di area vagina akan meningkatkan infeksi jamur, vaginosis bakteri (infeksi pada vagina)," ucap Dr Scott Osmun, Bloom OB-GYN di Washington, D.C., dikutip dari HuffPost.

5. Risiko infeksi saluran kemih (ISK)

Penggunaan celana dlam terlalu ketat bisa memberikan risiko munculnya bakteri E. Coli karena tali tipis di belakang menjadi jalan bagi bakteri dengan melalui bokong dan menuju uterus yang membuat pipis menjadi sakit.

Jika ingin menggunakan celana dalam saat berolahraga memang tidak ada salahnya. Namun, pastikan Anda memilih bahan yang tidak terlalu ketat, dan cuci celana dalam Anda setelah berolahraga.



Simak Video "Dear Cowok, Ini Tips agar Organ Intim Aman saat Bersepeda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)