Selasa, 28 Jul 2020 07:00 WIB

Mau Sehat Saja Kok Mahal, Kenapa Sih Harga Sepeda Naik Gila-gilaan?

Elsa Himawan - detikHealth
Fenomena gowes di masa Pandemi Corona terus menular kepada warga di Ibu Kota. Efeknya bahkan sampai membuat bengkel sepeda maraup untung hingga 400 persen. Harga sepeda naik gila-gilaan sejak terjadi pandemi virus Corona (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Tren bersepeda naik daun sejak pandemi virus Corona COVID-19 menyebar ke seluruh dunia. Kenaikan tren ini dibarengi dengan kenaikan harga sepeda yang gila-gilaan. Duh, mau sehat saja kok mahal ya!

Bukan cuma mahal, beberapa jenis sepeda bahkan sering kosong stok di pasaran. Alhasil, sepeda bekas pun banyak yang dijual dengan harga di atas harga baru ketika kondisi normal.

Direktur salah satu produsen sepeda, Polygon, Wiliam Gozali menyebut kondisi ini dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Permintaan naik, harga otomatis mengikuti. Terlebih, banyak produsen tidak mengantisipasi lockdown di berbagai negara di awal-awal pandemi.

"Kendala utama adalah permintaan sepeda tinggi, sehingga pabrik supplier untuk spare part mengalami kesulitan untuk memenuhi jumlah," jelas William dalam diskusi online baru-baru ini.

Salah satu dampak pandemi yang dirasakan produsen sepeda adalah sulit mendatangkan spare part. Selain itu, kapasitas produksi juga masih belum bisa maksimal.

"Kita meningkatkan kapasitas produksi dan menjalankan protokol dari COVID-19 sehingga jumlah orang yang kerja juga masih dibatasi," pungkasnya.



Simak Video "Pesan Buat Pegowes Pemula dari dr. Falla Adinda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)