Minggu, 26 Jul 2020 05:14 WIB

Ini Alasan Mengapa Banyak Serangan Jantung Terjadi Saat Gowes

Ayunda Septiani - detikHealth
Cyclist increase speed by sprint. Serangan jantung saat bersepeda sering terjadi belakangan ini (Foto: Getty Images/iStockphoto/torwai)
Jakarta -

Bersepeda atau gowes saat ini menjadi primadona di tengah pandemi virus Corona. Hal ini menandakan semakin banyak yang sadar akan pentingnya gaya hidup sehat.

Selain itu, banyak juga yang menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, baik untuk ke kantor atau lainnya. Ini bertujuan untuk menghindari berdesakan di transportasi umum.

Namun, sisi buruknya, makin banyak kabar pesepeda yang kolaps karena serangan jantung saat gowes. Kenapa ya seseorang bisa kolaps saat gowes?

Maraknya laporan tentang seseorang yang kolaps saat gowes diakui oleh ahli jantung dari Siloam Hospital Lippo Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP. Namun menurutnya, hal itu sebenarnya terjadi juga ketika tren bersepeda belum hits seperti sekarang ini. Ketika sedang tren olahraga futsal, banyak juga yang kolaps di lapangan futsal.

"Sekarang ini makin marak, makin banyak laporan lagi gowes lalu dia memang kena masalah kesehatan, seperti kolaps," jelas dr Vito di live Instagram bersama detikcom, Jumat (24/7/2020).

dr Vito mengatakan, kolaps saat bersepeda bisa terjadi karena sebelumnya mereka tidak pernah bersepeda lalu terlalu memaksakan diri, dan mereka juga tidak sadar punya penyakit jantung.

"Itu karena mereka sebelumnya, mungkin nggak main sepeda dan sekarang main sepeda. Sebenarnya intinya, kebanyakan dari mereka punya masalah penyakit jantung tapi mereka tidak tahu sebelumnya, atau penyakit pembuluh darah yang lain," pungkas dr Vito.

Pemeriksaan atau check up rutin menurut dr Vito bisa mengurangi risiko tersebut. Dengan mengenali kondisi tubuh, maka seseorang bisa lebih mengenali batas-batas kemampuan fisiknya.



Simak Video "Pengusaha Taman Rekreasi Ngaku Dapat Berkah dari Komunitas Sepeda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)