Senin, 27 Jul 2020 05:30 WIB

Tak Ingin Jantung Kolaps Saat Gowes? Ini Saran Dokter Olahraga

Elsa Himawan - detikHealth
Para pesepeda baik perorangan maupun rombongan melintasi jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Sabtu (13/6/2020). Penggunaan sepeda untuk berolahraga dilaporkan meningkat saat new normal. Kecenderungan tersebut diperoleh dari naiknya penjualan sepeda di sejumlah kota pada beberapa pekan terakhir. Waspadai jantung kolaps saat bersepeda (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Jantung kolaps merupakan kondisi saat jantung berdetak terlalu cepat dan tidak seimbang dengan gerakan serambi jantung. Kondisi ini bisa dialami ketika terlalu memaksakan diri saat olahraga, baik berlari maupun bersepeda.

Praktisi kesehatan olahraga dari RS JIH, dr M Ikhwan Zein, SpKO, menyarankan untuk memonitor denyut jantung ketika sedang melakukan olahraga apapun, baik berlari maupun bersepeda. Denyut jantung dibagi dalam beberapa zona yang menunjukkan intensitasnya.

"Kalau belum terlatih, jaga di intensitas sedang. Terlebih lagi, bersepeda merupakan irama olahraga stabil, yang artinya tidak terbawa irama permainan, seperti main bola," ujar dr M Ikhwan dalam Webinar Idearun, Sabtu (25/07/2020).

"Lebih mudah mengatur zona latihan bersepeda, sedangkan kalau bermain bola kan harus ikut irama permainan, sehingga intensitasnya jadi tidak stabil," tukasnya.

Oleh sebab itu, setiap orang harus bisa mengukur secara mandiri kemampuan intensitas yang mampu dilakukannya. Disarankan untuk tidak memaksakan kemampuan fisik, baik dalam kecepatan, maupun durasi, sehingga terhindar dari resiko jantung kolaps.



Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)