Minggu, 23 Agu 2020 06:31 WIB

Berbagi Jalan dengan Rombongan Gowes Akhir Pekan

Elsa Himawan - detikHealth
Road bike cyclist man cycling, athlete on a race cycle Ada kalanya pegowes harus berbagi dengan kendaraan bermotor (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Hampir tiap akhir pekan, rombongan gowes berkecepatan tinggi kerap terlihat di jalanan ibukota. Bukan di jalur sepeda tentunya, melainkan membaur dengan kendaraan bermotor di jalur yang lebih cepat.

Lho bukankah sudah ada jalur khusus sepeda? Memang lebih dianjurkan untuk bersepeda di jalur yang tersedia. Beberapa ruas jalan di Jakarta sudah dilengkapi dengan jalur khusus berwarna hijau.

Namun persoalannya, dengan lebar hanya sekitar 1-2 meter, jalur tersebut lebih ditujukan bagi sepeda berkecepatan tidak lebih dari 20 km/jam. Sedangkan rombongan gowes yang sering terlihat bergerombol adalah pengguna roadbike, jenis sepeda yang memang didesain untuk melaju dengan kecepatan tinggi.

Beberapa peloton, sebutan untuk rombongan roadbike yang sedang latihan, bisa melaju hingga 40 km/jam. Bahkan pada level kebugaran tertentu, dan dengan spesifikasi gearset tertentu, bisa mencapai kecepatan kecepatan 60 km/jam.

Melaju dengan kecepatan setinggi itu di jalur sempit tentu membahayakan. Belum lagi, jalur sepeda yang biasanya terletak di sisi paling pinggir umumnya banyak berhadapan dengan macam-macam rintangan, mulai dari parkir liar hingga galian lubang yang meningkatkan risiko kecelakaan.

Membaur dengan kendaraan bermotor di jalur yang lebih cepat kadang-kadang terpaksa dilakukan. Biasanya di pagi hari ketika lalu lintas belum terlalu padat, atau kadang-kadang dengan pengawalan agar lebih aman.

Kondisi inilah yang kerap jadi perdebatan di kalangan pemakai kendaraan bermotor, perlukah berbagi jalan dengan pesepeda?

Seorang dokter yang juga pegiat olahraga sepeda jenis roadbike, dr Falla Adinda, menyebut kuncinya adalah saling berbagi. Sebagai pesepeda, jika memang harus masuk jalur kendaraan bermotor maka harus tertib dan tidak menyerobot.

"Jangan sampai sepeda mengambil hak ruang jalur mobil, begitu juga sebaliknya. Ketahui dulu jalur apa yang bisa dipakai," saran dr Falla, ditemui baru-baru ini di Jakarta.

Rambu-rambu JLNT AntasariRambu-rambu larangan melintas bagi pesepeda di JLNT Antasari. Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth

Dalam beberapa kasus, rombongan pesepeda jadi sorotan viral karena tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Terbaru, serombongan pesepeda melintas di Jalan Layan Non Tol (JLNT) Antasari ketika tidak sedang ada Car Free Day (CFD). Padahal, ada rambu-rambu larangan bagi sepeda untuk melintas. Perilaku seperti ini tentunya juga harus dihindari.

"Untuk para pesepeda, jadilah pegowes yang bertanggung jawab, menaati aturan lalu lintas yang ada. Ini berlaku juga untuk semua kendaraan," pesan dr Falla.

Punya pendapat soal berbagi jalan antara sepeda dengan kendaraan bermotor? Sampaikan di kolom komentar.



Simak Video "Pesan Buat Pegowes Pemula dari dr. Falla Adinda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)