Senin, 31 Agu 2020 07:05 WIB

4 Kesalahan Saat Olahraga di Rumah yang Bikin Perut Susah Sixpacks

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sporty young female athlete on yoga mat doing sit up in gym. Fitness woman doing abs crunches. Olahraga di rumah banyak tantangannya (Foto: iStock)
Jakarta -

Selama pandemi virus Corona COVID-19, pusat-pusat kebugaran banyak yang ditutup. Banyak orang beralih ke olahraga mandiri di rumah masing-masing. Tapi kok sixpacks-nya nggak jadi-jadi ya?

Memang ada banyak kelebihan yang didapat saat berolahraga di pusat kebugaran. Selain peralatan lebih lengkap, bimbingan pelatih juga membuat sesi latihan lebih efektif dan maksimal.

Namun itu bukan berarti olahraga di rumah tidak bisa memberikan hasil yang sama dengan olahraga di gym. Jika hasilnya belum sesuai harapan, maka kemungkinan ada beberapa kesalahan yang dilakukan.

Di antaranya sebagai berikut:

1. Gerakannya itu-itu saja

Gerakan yang repetitif alias berulang akan memicu fatigue atau kelelahan pada kelompok otot tertentu. Sedangkan otot lain yang tidak masuk target pada gerakan tersebut, tidak terlatih sama sekali.

Para pakar menyarankan untuk memvariasikan menu latihan. Misalnya pada hari Senin fokus ke upper body, Selasa lower body, Rabu active rest, lalu Kamis fokus ke kardio.

2. Tidak pemanasan dan peregangan

Di gym, ada rekan atau pelatih yang akan mengingatkan jika seseorang memulai sesi latihan tanpa pemanasan maupun peregangan. Di rumah, hal itu tidak terjadi. Terkadang karena ingin menghemat waktu, olahraga langsung masuk menu utama.

Hasilnya, range of motion alias rentang gerak tidak optimal. Hasil latihan pun akhirnya tidak seperti yang diharapkan. Belum lagi risiko cedera yang menghantui. Jika sampai cedera, maka akan absen latihan untuk pemulihan.

3. Latihan beban sekenanya

Bersama pelatih, menu latihan di gym bisa diprogram secara berkelanjutan. Pada titik tertentu, intensitas latihan perlu ditingkatkan agar tidak terlalu ringan. Baik terlalu ringan maupun terlalu berat sama-sama akan memberikan hasil yang tidak baik.

4. Tergantung mood

Motivasi adalah salah satu faktor yang membuat orang mau berolahraga. Kadang-kadang, mood berpengaruh pada motivasi yang akhirnya membuat latihan jadi tidak konsisten. Salah satu faktor utama yang menggagalkan target latihan adalah tidak konsisten.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)