Minggu, 06 Sep 2020 05:45 WIB

Agar Tak Seperti Luna Maya, Perhatikan Ini Sebelum Gowes Lepas Stang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Luna Maya saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk. Luna Maya mendapat 5 jatihan di lengan gara-gara jatuh saat gowes lepas stang (Foto: Palevi S/detikFoto)
Jakarta -

Artis Luna Maya terluka di dahi dan mendapat 5 jahitan di lengannya gara-gara jatuh saat naik sepeda. Kecelakaan itu dialaminya di Bali gara-gara lepas stang dan salah mengantisipasi angin kencang.

Menurut Luna, kondisi angin di Bali saat itu sedang superkencang. Luna yang kondisinya memang kurang fit akibat sedang cedera metatarsal terhempas ketika lepas stang untuk melakukan stretching di atas sepeda, lalu jatuh dan dahinya terkena pecahan kaca mata.

"Pernah nggak? Coba kalian-kalian yang dari kecil naik sepeda. Naik sepeda lepas tangan, gowes gitu kayak sirkus, pasti pernah," tutur Luna dalam videonya di YouTube.

Faktanya lepas stang adalah trik simpel yang wajib dikuasai oleh para pesepeda profesional, khususnya para atlet kompetitif. Dalam perlombaan balap sepeda jarak jauh, seorang atlet berusaha menghemat waktu dengan tidak berhenti ketika harus makan-minum, stretching ringan seperti dilakukan Luna Maya, dan bahkan berganti baju.

Mereka melakukan semua itu di atas sepeda, sambil lepas stang.

Begitupun di akhir lomba, lepas stang juga kerap dilakukan untuk show off dan selebrasi di garis finis. Tidak terlalu bermanfaat sih, kecuali tampak keren saat difoto.

Meski demikian, skill lepas stang saat bersepeda tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang penting diperhatikan, di antaranya sebagai berikut:

1. Berbahaya

Meski ada manfaatnya, lepas stang pada dasarnya adalah trik yang berisiko tinggi. Ketika terjadi sesuatu, tangan tidak dalam posisi siap untuk melakukan pengereman. Begitupun ketika ada hempasan angin seperti dialami Luna Maya, seorang pesepeda akan lebih kesulitan mengantisipasi ketika tangannya tidak memegang kemudi.

Karena itu, aturan pertama yang harus diingat adalah hindari melakukannya di jalan umum. Terlebih jika lalu lintasnya cukup ramai.

2. Kondisi jalan

Keseimbangan adalah salah satu hal yang paling harus diperhitungkan saat lepas stang. Hempasan angin, polisi tidur, dan lubang di jalan adalah beberapa kondisi jalan yang membuat seorang pesepeda mudah kehilangan keseimbangan jika kemudi tidak dipegang kuat-kuat.

Woman riding a bike on sunny park trail with arms outstretchedKarena berisiko tinggi, sangat tidak dianjurkan untuk lepas stang di jalan raya. Foto: Getty Images/iStockphoto/lzf

3. Kondisi sepeda

Kadang-kadang seorang pesepeda jatuh saat lepas stang bukan karena tidak menguasai teknik atau karena jalan tidak mulus, tetapi karena kondisi sepedanya tidak ideal sehingga mengganggu keseimbangan. Misalnya roda depan goyang, setelan-setelah tidak presisi, dan sebagainya.

4. Koordinasi otot

Bicara soal keseimbangan, otot-otot inti tubuh alias core muscle memegang peran sangat penting. Punya otot perut dan pinggang yang kuat dan terlatih akan lebih menguntungkan, di samping harus menguasai teknik.

5. Kecepatan

Sepeda bisa tetap melaju meski sedang lepas stang karena ada momentum yang membuatnya tetap seimbang. Momentum didapatkan dari kecepatan tertentu, yang artinya mustahil seorang pesepeda mendapatkannya ketika melaju terlalu pelan. Lepas stang sambil mengayuh akan membantu menjaga momentum agar tetap seimbang.



Simak Video "Pesan Buat Pegowes Pemula dari dr. Falla Adinda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)