Rabu, 14 Okt 2020 05:24 WIB

Cristiano Ronaldo Positif Corona, Satu Lagi Bukti Bugar Tak Dijamin Kebal

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Portugals Cristiano Ronaldo, center, runs with the ball at Frances Benjamin Pavard, foreground, between Ngolo Kante and Paul Pogba, right, during the UEFA Nations League soccer match between France and Portugal at the Stade de France in Saint-Denis, north of Paris, France, Sunday, Oct. 11, 2020. (AP Photo/Thibault Camus) Cristiano Ronaldo dinyatakan positif virus Corona COVID-19 (Foto: AP/Thibault Camus)
Jakarta -

Bintang sepakbola Portugal dan Juventus, Cristiano Ronaldo, dinyatakan positif Corona. Hal ini disampaikan melalui pernyataan Federasi Sepak Bola Portugal di situs resminya.

Menurut pernyataan tersebut, Ronaldo dinyatakan tertular virus Corona setelah ia menjalani tes. Pesepakbola ini pun tidak memiliki gejala apapun saat tertular COVID-19.

"Ronaldo baik-baik saja, tanpa gejala dan dalam isolasi," tulis pernyataan tersebut yang dikutip dari CNN International, Selasa (13/10/2020).

Sebagai seorang atlet, Ronaldo pastinya mempunyai tubuh yang bugar. Tetapi, kenapa masih bisa terinfeksi virus Corona?

"Itu bisa dikatakan olahraganya terlalu berat, sehingga imunitas tubuhnya turun," jelas praktisi kesehatan olahraga dari Slim and Health Sports Therapy, dr Michael Triangto SpKO, pada detikcom beberapa waktu lalu.

Orang-orang seperti Ronaldo yang sangat rutin berolahraga tidak menjamin imunitasnya selalu tinggi. Terutama bagi para atlet yang memang memiliki target yang harus dipenuhi, sehingga bisa saja menjadi salah satu faktor penyebab turunnya imunitas.

Pendek kata, olahraga bagi seorang atlet seperti Ronaldo punya tujuan lain di luar kebugaran. Ketika seseorang berolahraga untuk mencapai preforma atau prestasi tertentu, maka porsi latihannya akan sangat tinggi, tidak seperti olahraga yang dilakukan untuk jaga kebugaran.

Kurva J - Panduan Hidup Aktif PDSKOKurva J yang menjelaskan bahwa olahraga terlalu berat tidak menguntungkan bagi sistem imun tubuh. Foto: Panduan Hidup Aktif PDSKO

Virus Corona akan menyerang sistem kekebalan tubuh. Semakin tinggi intensitas olahraga seseorang, maka akan semakin besar juga risiko daya tahan tubuh mereka turun dan mudah terinfeksi COVID-19.

"Kalau kita berolahraga berat, kemungkinan kita terinfeksi menjadi lebih besar daripada orang yang tidak berolahraga sama sekali," ujarnya.

"Banyak orang yang berpikir lebih banyak berolahraga akan semakin sehat. Tidak. Berolahraga berlebihan juga tidak sehat," imbuh dr Michael.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)