Selasa, 17 Nov 2020 05:00 WIB

Sama-sama Bakar Kalori, Mending Lari atau Jalan Santai?

Kanya Anindita - detikHealth
Shenzhen, ?hina - December 7, 2014: Five medical support people help  injured unidentified marathon runner  on the street,one runner running on the distance,shenzhen city,guangdong province,china Lari vs jalan santai (Foto: iStock)
Jakarta -

Berjalan dan berlari adalah aktifitas fisik yang menyehatkan tubuh. Berjalan dapat memperkuat jantung, meningkatkan fungsi pernapasan, membakar kalori ekstra, dan meningkatkan suasana hati. Selain itu, berjalan juga dianggap lebih efektif untuk menurunkan berat badan.

Pakar nutrisi Albert Matheny, RD, CSCS mengatakan bahwa berjalan cukup efektif mempengaruhi metabolisme tubuh dan berat badan. Selain itu, cobalah hal lain seperti berjalan menaiki tangga untuk membakar kalori.

Dikutip dari Insider, intensitas juga menjadi faktor penurunan berat badan, semakin intens kegiatan fisik, maka semakin besar penurunan berat badan. Meskipun demikian, berlari dapat membakar kalori lebih cepat dari sekedar berjalan dan lebih berpengaruh terhadap diet.

Jika Anda merasa tidak fit, berjalan dapat membantu Anda untuk tetap melakukan program diet. Berjalan secara teratur dapat menghilangkan lemak tubuh di awal, sebelum menambahkan aktifitas lainnya seperti berlari atau bersepeda. Tidak perlu terburu-buru, cukup tingkatkan waktu dan intensitas berjalan dari waktu ke waktu.

Memilih aktivitas berjalan atau berlari juga tergantung prioritas waktu. Jika memilik waktu yang terbatas, gunakanlah lari sebagai cara terbaik untuk memaksimalkan pembakaran kalori. Namun, lari dapat memberi banyak tekanan pada kaki, paha belakang, otot inti, bahkan bahu sehingga mudah lelah.

Waktu terbaik untuk berjalan kaki adalah 5-6 kali seminggu karena dapat membakar kalori tanpa banyak usaha. Untuk berlari, dapat dilakukan 3-4 kali seminggu dengan diselingi hari untuk istirahat karena menyebabkan mudah lelah. Berjalan atau berlari dapat disesuaikan dengan detak jantung untuk menentukan berapa lama kita dapat bertahan dengan aktifitas fisik yang dilakukan.



Simak Video "6 Jurus Berlari di Area Terbuka Saat New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)