Rabu, 18 Nov 2020 07:30 WIB

Polusi Udara DKI Tinggi di Pagi Hari, Ini Tips Aman Berolahraga

Zintan Prihatini - detikHealth
Area sekitar BKT ramai didatangi warga saat Minggu pagi. Selain berolahraga, tak sedikit warga yang datang untuk isi waktu di akhir pekan bersama keluarga Pilih lokasi olahraga yang memiliki kualitas udara lebih baik (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Kualitas udara di pagi hari disebut tidak ideal untuk berolahraga di luar ruangan. Tentunya ini bukan alasan untuk tidak berolahraga, karena kurang olahraga membuat tubuh gampang terserang penyakit.

Pegiat olahraga kebugaran di Jakarta, Adinda Sukardi, membagikan beberapa tips untuk menjalani olahraga outdoor. Salah satu yang disarankannya adalah mencari tempat dengan tingkat polusi lebih rendah.

"Kalau misalnya opsi-opsi itu tidak bisa dilakukan juga, kita tidak bisa keluar rumah, tidak bisa keluar terlalu jauh dari tempat yang sebelumnya kita rencanakan, kita bisa memperhatikan waktu yang lebih baik di area yang ingin diolahragain," saran Adinda dalam diskusi online baru-baru ini.

Alih-alih memaksakan olahraga outdoor saat polusi sedang tinggi, Adinda menyarankan untuk lebih dulu berolahraga di rumah atau tempat bekerja karena tidak menjadi masalah.

"Selain itu kita bisa berolahraga di rumah, dan berolahraga di rumah atau di office, atau di tempat-tempat kerjaan itu bisa diakukan di mana-mana. Kalo misalnya memang mempunyai will untuk bener-bener hidup yang sehat, sebenernya lokasi berolahraga itu tidak ada aturannya," tambahnya.

Sementara itu, Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP menjelaskan penggunaan masker adalah satu-satunya solusi menghindari paparan polusi saat olahraga outdoor. Mengapa begitu?

"Ketika kita menghadapi polusi udara, penggunaan masker menjadi suatu yang disarankan. Karena apapun maskernya akan mengurangi paparan masuk debu ke dalam paru. Itu jelas, mau apapun maskernya ya dari yang paling efektif N95," jelas dr Erlang.

Namun tentu olahraga memakai masker juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya disebut dr Erlang target olahraga yang semula bisa dicapai, kemungkinan terhambat saat memakai masker.

"Ketika kita berolahraga menggunakan masker, itu kan ada hambatan dalam menarik napas, karena dihambat disaring oleh maskernya. Itu pasti akan menurunkan performance kalau kita menggunakan masker," jelas dr Erlang.

"Kita masih bisa menggunakan masker (saat berolahraga) tapi akan sulit untuk mencapai yang diharapkan. Mungkin yang biasanya bisa sampe 10 kilo dalam waktu sejam, sekarang mungkin enggak, mungkin lebih lama," pungkasnya.



Simak Video "Bahayanya Polutan PM2,5 Bagi Kesehatan Tubuh"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)