Kamis, 28 Jan 2021 05:43 WIB

5 Tips Jadi 'Morning Person' Agar Tak Dibilang Malas Bangun Pagi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Wake up woman - close up image woman legs in bedroom Tips agat tak dibilang malas bangun pagi (Foto: iStock)
Jakarta -

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Putra Nababan merasa disindir oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Komisi X DPR RI disebut malas bangun pagi.

Menurut Putra Nababan, sindiran itu disampaikan Sandiaga di akun Instagram @sandiagauno. Belakangan, unggahan yang juga berisi ajakan lari pagi itu kabarnya sudah dihapus.

"158 ribu lebih masyarakat yang sudah membaca unggahan itu pasti berpikir anggota Komisi X tidak memenuhi undangan lari pagi dan tidak berkenan melihat langsung usaha ekonomi kreatif, padahal undangannya fiktif dan rekayasa saja. Jadi kebohongan publik ini harus diklarifikasi," kata Putra.

Terlepas dari polemik tersebut, tiap individu sebenarnya punya pola tidurnya sendiri-sendiri yang disebut kronotipe atau chronotype. Secara umum, ada dua kronotipe yang dikenal yakni morning person dan evening person.

Sesuai namanya, morning person punya kecenderungan bangun lebih pagi dan lebih produktif di waktu-waktu tersebut. Sebaliknya, evening person cenderung bangun lebih siang bukan karena malas bangun pagi, melainkan memang lebih produktif pada sore dan malam hari.

Bisakah seseorang mengubah kronotipe dari evening person menjadi morning person? Tentunya tidak mudah, tetapi bukan berarti mustahil dilakukan. Ada banyak cara untuk memanipulasi kronotipe, setidaknya untuk sementara ketika ada kebutuhan untuk itu.

Beberapa cara menjadi 'morning person' agar tidak dibilang malas bangun pagi antara lain sebagai berikut, dikutip dari Healthline.

1. Tidur lebih awal

Jika masih terbiasa tidur larut, jangan pernah berharap bisa bangun awal dalam kondisi bugar. Ubah pola tidur dengan tidak begadang, majukan jam tidur secara bertahap sehingga kebutuhan tidur 6-8 jam sehari tetap terpenuhi.

2. Kurangi penggunaan gadget

Tubuh memiliki jam biologis yang disebut circadian rhythms dan sangat sensitif terhadap cahaya. Normalnya, kegelapan di malam hari akan merangsang hormon rasa kantuk dan matahari pagi akan membuatnya kembali terjaga.

Siklus ini kadang dikacaukan oleh cahaya yang dipancarkan oleh berbagai perangkat seperti ponsel dan televisi. Mengurangi penggunaan berbagai gadget semacam itu akan membantu mengembalikan siklus 'tidur-terjaga' yang alamiah.

3. Relaksasi di malam hari

Impian untuk bisa bangun pagi tidak akan mudah terwujud jika susah tidur pada malam hari. Berbagai teknik relaksasi bisa mengatasinya, mulai dari meditasi hingga penggunaan aromaterapi. Apapun yang membuat tubuh terasa nyaman, akan sangat membantu.

4. Olahraga teratur

Olahraga terbukti secara ilmiah bisa memperbaiki pola tidur. Bagi yang menghadapi masalah insomnia maupun kantuk berlebih, olahraga akan sangat membantu meningkatkan kualitas tidur sehingga tidak sulit untuk bisa bangun lebih pagi.

5. Jaga pola makan

Makanan yang nutrisinya tidak seimbang akan membuat tubuh kurang bertenaga. Bahkan ketika sudah tidur lebih awal, tubuh akan terasa berat untuk beranjak dari tempat tidur keesokan paginya jika asupan makannya asal-asalan. Jaga nutrisi adalah salah satu syarat penting untuk menjadi 'morning person'.



Simak Video "Hoax Vaksin Timbulkan Varian Baru dan Sebabkan Kematian Dalam 2 Tahun!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)