Kamis, 18 Mar 2021 13:38 WIB

Begini Aturan Karantina Inggris yang Bikin RI Terdepak dari All England 2021

Ayunda Septiani - detikHealth
Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan gagal mengembalikan kok ke ganda putra Skotlandia Alexander Dunn dan Adam Hallms pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis (22/8/2019). Pasangan Ahsan/Hendra lolos ke perempat final seusai menang dengan skor 21-19, 21-16. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pd. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Antara Foto)
Jakarta -

Tim bulu tangkis Indonesia terpaksa mundur dari ajeng bergengsi All England 2021. Hal ini dikarenakan tim pebulu tangkis Indonesia satu pesawat dengan penumpang yang terpapar virus Corona COVID-19 saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham.

Sesuai dengan aturan karantina di Inggris, jika seseorang berada dalam satu pesawat yang sama dengan orang yang positif COVID-19, maka penumpang lain harus menjalani isolasi selama 10 hari.

Dengan adanya aturan tersebut, tim Indonesia terpaksa mundur dari arena pertandingan dan harus menjalani isolasi.

Bagaimana aturan karantina di Inggris bagi pendatang dari luar negeri?

Sesuai dengan keterangan resmi dari pemerintah Inggris, pendatang yang baru tiba di Inggris harus melakukan karantina selama 10 setelah tiba di Inggris. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah dalam 10 hari gejala Corona akan muncul.

Jika perjalanan ke Inggris selama kurang dari 10 hari, pelaku perjalanan perlu melakukan karantina selama masa tinggal.

Saat melakukan karantina, pendatang harus mengikuti serangkaian tes virus Corona. JIka pendatang mendapatkan hasil positif dari tes hari kedua, maka wajib untuk melakukan karantina selama 10 hari setelah tes.

Tes kedua akan dilakukan setelah hari kedelapan, kecuali, sebelumnya dinyatakan positif pada tes kedua. Jika hasil tes positif pada hari ke-8, pelaku perjalanan harus dikarantina hingga hari ke-19.

Tes pertama dilakukan pada atau sebelum hari kedua periode karantina, dihitung dari hari kedatangan di Inggris.

Tes pertama ini dirancang untuk membantu mengidentifikasi varian COVID-19 yang berpotensi berbahaya sedini mungkin.

Simak video 'Atlet Turki ini Lanjut di All England Meski Sepesawat dengan Tim RI':

[Gambas:Video 20detik]



(ayd/up)