Minggu, 01 Agu 2021 12:06 WIB

Deg-degan Nonton Ginting Vs Chen Long? Bisa 'Fatal' Kalau Punya Kondisi Ini

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (kanan) memeluk pelatihnya Hendry Saputra seusai mengalahkan tunggal putra Denmark Anders Antonsen dalam perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021). Anthony Sinisuka Ginting berhasil lolos ke semifinal setelah menang 21-18, 15-21, dan 21-18. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Jakarta -

Pertandingan semifinal badminton antara Anthony Sinisuka Ginting vs Chen Long jadi salah satu laga paling diantisipasi. Penonton pun dibuat ikut deg-degan menantikan siapa yang berhak lolos ke final tunggal putra Badminton Olimpiade Tokyo 2020.

Perlu diketahui, rasa deg-degan saat menonton pertandingan olahraga sebenarnya hal yang wajar. Tapi hal itu juga bisa berakibat fatal pada kondisi tertentu.

Dokter jantung dari Siloam Hospital Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, menceritakan ia pernah menemui pasien yang terkena serangan jantung ketika menonton pertandingan.

"Serangan jantung ketika menyaksikan Bundesliga," katanya kepada detikcom, Minggu (1/8/2021).

"Beberapa tahun lalu ada kejadian unik. Ketika PERSIB Bandung tanding melawan PERSIJA. Satu orang supporter masuk ke UGD serangan jantung, sementara kami tangani dia ada seorang sekuriti menyusul masuk ke UGD. Ternyata setelah kami EKG, dia serangan jantung juga," tambahnya.

Rasa deg-degan saat menonton pertandingan timbul akibat adrenalin ikut meningkat. Sehingga, tekanan darah dan detak jantung ikut naik.

Hal ini adalah respons normal. Apalagi jika ada keterikatan emosional dalam pertandingan itu. Misalnya, supporter atau penggemar berat, maka respons tekanan darah dan detak jantung itu makin tinggi

Pada orang sehat, hal ini tidak menjadi masalah serius. Namun, ini bisa menimbulkan masalah pada seseorang yang memiliki riwayat penyempitan pembuluh darah koroner pada jantung.

"Respons normal tersebut menjadi beban bagi jantung karena jantung bekerja lebih keras daripada normalnya sehingga memicu serangan jantung," lanjut dr Vito.

Ia menyarankan, cukuplah menjadikan pertandingan sebagai acara yang menghibur. Tidak perlu terlalu baper atau terbawa perasaan dengan hasilnya.

"Nikmati pertandingan apapun hasilnya, supporter sama sama menang karena disuguhkan pertandingan badminton yang menarik," paparnya.



Simak Video "Pandemi Corona, Taufik Hidayat Ingatkan Atlet Indonesia di Olimpiade Jaga Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)