Selasa, 03 Agu 2021 06:24 WIB

Emosional Saat Nonton Badminton Itu Wajar, Tapi Awas Lepas Kontrol

Vidya Pinandhita - detikHealth
Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih emas cabor bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 nomor ganda putri. Mereka mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dua gim langsung 21-19 dan 21-15. Foto: AP Photo/Dita Alangkara
Jakarta -

Deg-degan saat menonton Olimpiade Tokyo 2020, lalu ikut bersorak kegirangan saat jagoannya menang, tentu hal wajar. Terlebih, Indonesia baru saja memastikan emas lewat pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan perunggu dari Anthony Sinisuka Ginting. Respons berupa tawa hingga tangis bahagia ramai diunggah di media sosial.

Psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate menjelaskan, salah satu imbas dari momen panas pertandingan olahraga adalah membangkitkan motivasi para penonton untuk ikut punya gaya hidup sehat.

Ditambah jika atlet yang bertanding adalah idola, besar potensi penonton ikut emosional.

"Rasa terkesan itu seringkali membuat seseorang menjadikan para atlet tersebut sebagai panutan yang hebat untuk diidolakan. Disaat seperti itulah, pemirsa yang menonton tayangan olahraga tersebut dapat menjadikan momen kemenangan sebagai inspirasi dan motivasi untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat dan aktif," terangnya pada detikcom, Senin (2/8/2021).

"Emosi apapun tentu wajar. Yang tidak wajar adalah yang tidak terkendali, nah ini tentu tergantung kecerdasan emosinya," lanjut Kassandra.

Melihat banyaknya penonton mengekspresikan dukungan atau rasa kecewa di media sosial ketika jagoannya kalah, Kassandra menyebut ekspresi tersebut adalah wajar. Namun ia mengingatkan, diperlukan kecerdasan emosi untuk menyaring ungkapan yang layak disebarluaskan di media sosial.

Pendapat serupa disampaikan oleh psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, MPsi. Menurutnya, selain ungkapan turut berbangga atas kemenangan, ungkapan semangat untuk yang kalah juga penting. Alih-alih menyalurkan kekecewaan, lebih baik mengekspresikan dukungan dan pengingat bahwa kalah tak berarti tampil buruk.

"Ingat untuk tetap memiliki jiwa suportif dalam pertandingan. Memberikan pujian atas penampilan yang bagus dan mengucapkan selamat atas penampilan yang telah diberikan dengan usaha yang maksimal sekalipun mungkin belum menang serta terus menyemangati untuk penampilan berikutnya," ujar Vero.



Simak Video "Ragam Masker Atlet Olimpiade Tokyo 2020 dari Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)