Rachel Vennya Ngaku Tak Pernah Keringatan Saat Olahraga, Inikah Penyebabnya?

ADVERTISEMENT

Rachel Vennya Ngaku Tak Pernah Keringatan Saat Olahraga, Inikah Penyebabnya?

Nurul Febian Danari - detikHealth
Jumat, 02 Des 2022 16:30 WIB
Rachel Vennya Cicip Burger In-N-Out hingga Turkey Leg Saat di Amerika
Rachel Vennya. (Foto: Instagram rachelvennya)
Jakarta -

Baru-baru ini lewat Instagram Story Rachel Venya mengaku tidak pernah berkeringat saat olahraga. Hal ini mengundang berbagai reaksi termasuk beberapa warganet yang juga mengaku mengalami hal serupa.

"Kenapa ya tiap olahraga nggak pernah keringatan," tulis Rachel Vennya di IG Stories miliknya, Jumat (2/12/2022).

Berkeringat adalah hal yang wajar karena ini merupakan cara alami tubuh mengatur suhu. Proses berkeringat terjadi saat tubuh melepaskan cairan berupa garam melalui kelenjar keringat. Area tubuh yang paling sering mengeluarkan keringat adalah ketiak, wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.

Ketika tubuh tidak cukup berkeringat atau terlalu banyak berkeringat bisa menyebabkan masalah. Apalagi kalau sampai tubuh tidak berkeringat sama sekali, meski setelah beraktivitas berat seperti olahraga.

Mungkinkah Anhidrosis?

Mengutip dari Medical News Today, anhidrosis atau hipohidrosis adalah kondisi yang tidak normal, yakni ketika seseorang tidak dapat berkeringat meski saat kepanasan. Anhidrosis mengacu pada tidak adanya keringat sama sekali, sementara hipohidrosis adalah ketika seseorang berkeringat kurang dari biasanya.

Ketika berkeringat, suhu panas dalam tubuh dikeluarkan bersama keringat. Jika tidak berkeringat sama sekali, tubuh tidak bisa mengeluarkan panas dan mendinginkan diri. Hal ini tentu berbahaya dan bisa menyebabkan kondisi serius hingga kematian.

Biasanya, seseorang dengan kondisi ini tidak menyadari sampai ada gejala serius.

Gejala atau tanda anhidrosis antara lain, sedikit atau tidak berkeringat, pusing, kram otot, tubuh lemah, dan merasa panas namun tidak bisa mendingin.

Penyebab Anhidrosis

Mengutip dari Claveland Clinic, anhidrosis terjadi ketika kelenjar keringat tidak berfungsi dengan baik. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain:

1. Kerusakan kulit akibat luka bakar, terapi radiasi, dan penyakit penyumbat pori seperti psoriasis

2. Kerusakan pada kelenjar keringat akibat pembedahan, trauma, atau pembentukan bekas luka

3. Kerusakan saraf yang disebabkan oleh diabetes, konsumsi alkohol, dan sindrom Guillain-Barre

4. Kelainan bawaan dari sistem metabolisme

5. Gangguan jaringan ikat, seperti sklerosis sistemik, lupus eritematosus sistemik, sindrom Sjogren

6. Gangguan sistem saraf otonom, seperti sindrom Ross, dan sindrom Harlequin

7. Kondisi saraf (neuropati), seperti neuropati terkait diabetes, neuropati paraneoplastik, neuropati turunan, neuropati amiloid, neuropati lepromatous

8. Penyakit dan kondisi sistem saraf pusat, termasuk multiple system atrophy, demensia dengan lewy body, penyakit Parkinson, stroke dan penyakit sumsum tulang belakang

9. Dehidrasi berlebihan



Simak Video "Ramai Beredar Foto Rachel Vennya Diduga Karantina di Wisma Atlet"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT