Jalan kaki bisa membantu menurunkan berat badan karena latihan ini membakar kalori dan meningkatkan metabolisme. Namun, angka di timbangan akan tidak berubah jika jalan kaki yang dilakukan salah.
Dikutip dari Times of India, kesalahan saat jalan kaki ini tidak hanya membuat berat badan tak berkurang, juga bisa menyebabkan postur tubuh yang buruk dan rasa sakit di kaki.
Pendiri WalkActive Joana Hall mengatakan bahwa banyak orang yang masih tidak sadar bahwa mereka melakukan kesalahan pada latihan jalan kakinya. Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang kerap kali dilakukan.
1. Penggunaan Otot yang Salah
Orang yang berjalan kaki dan terlalu sering menggunakan otot fleksor pinggul, alih-alih melibatkan rantai posterior akan mengalami nyeri punggung.
Jika fokusnya adalah pada fleksor pinggul, hal itu menyebabkan ketidakseimbangan dan dapat memperpendek langkah, sehingga menyebabkan gerakan menjadi kaku.
Pola jalan yang salah ini selain menyebabkan rasa sakit juga akan mengganggu tujuan seseorang yang ingin menurunkan berat badan melalui jalan kaki.
2. Menapak dengan Kaki Datar
Berjalan kaki dengan hentakan kaki yang datar dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman. Hal ini membuat latihan jalan kaki mungkin tidak akan lama dan berakibat pada jumlah kalori yang terbakar.
Setiap kaki memiliki 26 tulang dan 33 sendi yang dirancang untuk stabilitas dan fleksibilitas. Hentakan dengan kaki 'datar' ini membuat sendi-sendi di kaki tidak digunakan sepenuhnya.
3. Tubuh Condong ke Depan
Mencondongkan tubuh ke depan saat berjalan dapat meningkatkan ketegangan pada tulang belakang. Berjalan dengan postur seperti ini juga membatasi kemampuan tulang belakang dalam bergerak.
Postur tubuh yang salah dalam berjalan seperti ini juga membuat sulit bernapas dalam-dalam. Durasi berjalan mungkin tidak akan lama, sehingga berpengaruh terhadap jumlah pembakaran kalori.
4. Lengan Tidak Aktif
Jalan kaki yang baik tidak membiarkan lengan hanya menggantung. Ketika lengan tidak melakukan apapun, seseorang akan kehilangan kemampuan menggerakkan seluruh tubuh.
Hal ini membatasi kemampuan untuk menggunakan otot perut dan menciptakan bentuk proporsional pada pinggang. Saat otot-otot bagian bawah tidak ikut bergerak, maka pembakaran lemak di perut bisa terganggu.
(dpy/kna)