Bosan ngegym yang begitu-begitu saja? Banyak kok yang mengalami, lalu beralih ke variasi yang lebih menantang seperti Hyrox dan CrossFit. Sama-sama berfokus pada functional training, apa sih perbedaan di antara keduanya?
Baik Hyrox dan CrossFit, keduanya merupakan variasi olahraga kebugaran yang hits belakangan ini. Berbeda dengan latihan otot biasa, Hyrox dan CrossFit diklaim lebih berfokus pada functional training atau latihan fungsional, yang mampu meningkatkan kebugaran tubuh secara menyeluruh.
Dari penelusuran detikcom pada Jumat (8/8/2025), beberapa pusat kebugaran juga menawarkan kelas Hyrox dan CrossFit untuk para membernya. Kompetisi untuk kedua variasi olahraga tersebut juga banyak digelar, dengan peminat yang terus bertambah.
Dikutip dari Men's Health, baik Hyrox atau CrossFit keduanya memiliki keunikan dan tantangannya masing-masing. Sederhananya, perbedaan ini secara drastis mengubah cara setiap atlet mempersiapkan diri.
Atlet Hyrox dapat menyesuaikan latihan mereka dengan kondisi fisiknya, sementara atlet CrossFit harus berlatih secara menyeluruh untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga.
Agar tidak bingung, perbedaan Hyrox dan CrossFit terangkum sebagai berikut.
1. Energi yang Dibutuhkan
Menurut pakar olahraga, Gomarr D'Hulst CrossFit didorong oleh semburan tenaga anaerobik yang singkat dan bertenaga, sementara Hyrox berfokus pada keberlanjutan aerobik dalam satu perlombaan penuh.
"Jika atlet memiliki basis yang lebih besar, kurva laktat akan bergeser lebih ke kanan. Laktat diproduksi oleh sistem anaerobik. Ketika atlet harus memanfaatkan sistem anaerobiknya sejak interval awal, produksi laktat jelas akan meningkat," kata D'Hulst.
"Itulah yang kita lihat pada banyak atlet CrossFit, bahkan yang terbaik di dunia," sambungnya.
Sebaliknya, atlet Hyrox yang kuat idealnya menghasilkan lebih sedikit laktat dan lebih lama mengandalkan sistem energi aerobik sebelum mengalami kelelahan.
Simak Video "Video: Mau Coba HYROX? Perhatikan Ini Dulu!"
(dpy/up)