Marak Dikaitkan dengan Kekalahan Real Madrid, Apa Itu 'Choking under Pressure'?

Marak Dikaitkan dengan Kekalahan Real Madrid, Apa Itu 'Choking under Pressure'?

detikHealth
Kamis, 09 Apr 2026 05:04 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
MADRID, SPAIN - APRIL 07: Vinicius Junior of Real Madrid reacts after a missed chance during the UEFA Champions League 2025/26 Quarter-Final First Leg match between Real Madrid CF and FC Bayern München at Estadio Santiago Bernabeu on April 07, 2026
Foto: Getty Images/Aitor Alcalde
Jakarta -

Real Madrid tumbang di kandang saat menjamu Bayern Munich di Liga Champions. Los Blancos 'sedekah' dua gol kepada Die Roten.

Leg pertama perempatfinal Liga Champions mempertemukan Real Madrid vs Bayern Munich di Santiago Bernabeu, Rabu (8/4/2026) dini hari WIB. Duel panas berhasil dimenangkan Die Roten 2-1.

Choking Under Pressure

Kekalahan Real Madrid dari Bayern Munich bukan cuma soal taktik atau kualitas pemain. Pasalnya, kedua tim bermaterikan pemain-pemain terbaik di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik kekalahan Kylian Mbappe cs, ada satu fenomena yang sering dibahas dalam dunia psikologi olahraga: "choking under pressure", yaitu kondisi saat performa atlet tiba-tiba menurun di momen krusial karena tekanan mental.

Semua gol Bayern Munich diawali kesalahan pemain Real Madrid. Pada gol pertama Vinicius Junior salah mengoper bola, sehingga bisa direbut Bayern yang langsung melancarkan serangan balik cepat dan efektif.

ADVERTISEMENT

Sementara, gol Harry Kane di awal babak kedua juga mirip-mirip gol pertama. Bek Real Madrid Alvaro Carreras kalah duel perebutan bola dan dimanfaatkan Bayern untuk counter-attack kilat.

Dikutip dari Live Science, choking under pressure adalah fenomena psikologis ketika seseorang berkinerja jauh di bawah kemampuan aslinya saat menghadapi situasi berisiko tinggi atau stres tinggi, meskipun mereka sebenarnya ahli dan terlatih.

"Namun, jika rasa tekanan itu dihilangkan, orang-orang ini akan mampu berkinerja maksimal," kata dr Jeri Tikare, seorang psikolog klinis.

Di panggung sebesar Liga Champions, bahkan pemain-pemain bintang yang dimiliki Real Madrid tetap tak bisa lolos dari dampak tekanan tinggi. Di sinilah, mode fight or flight mulai bekerja dan meningkatkan produksi hormon stres.

Menurut Tikare, stres mental dapat menyebabkan 'choking' karena menyebabkan otak fokus pada ancaman yang dirasakan daripada pada tugas yang sedang dikerjakan.

Rasa gugup sedikit banyak akan memengaruhi pemain untuk mengambil keputusan dan akurasi, baik itu umpan atau tendangan, sehingga besar kemungkinan untuk membuang-buang peluang atau melakukan blunder.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video KuTips: Stay Waras dari Berisiknya Berita Buruk di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads