Efek Sugesti Positif di Balik Misi Remontada Madrid vs Bayern Munich

Inspirasi Sehat

Efek Sugesti Positif di Balik Misi Remontada Madrid vs Bayern Munich

detikHealth
Rabu, 15 Apr 2026 19:02 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
MADRID, SPAIN - APRIL 10: Kylian Mbappe of Real Madrid looks dejected after Thomas Lemar of Girona FC (not pictured) scores his teams first goal during the LaLiga EA Sports match between Real Madrid CF and Girona FC at Estadio Santiago Bernabeu on A
Foto: Denis Doyle/Getty Images
Jakarta -

Real Madrid dalam misi 'remontada' atau comeback di laga melawan Bayern Munich. Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa cukup percaya diri dengan ini.

Sepekan lalu, El Real menyerah 1-2 di Santiago Bernabeu pada pertandingan leg pertama perempatfinal Liga Champions. Ini artinya, Madrid harus mengalahkan Bayern dengan selisih paling tidak dua gol guna melaju langsung ke semifinal.

Efek Sugesti Positif El Real

Arbeloa sangat yakin Madrid memiliki segalanya untuk bisa membalikkan keadaan. Bahkan, ia cukup percaya diri anak asuhnya tak butuh keajaiban di laga nanti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, Bayern Munich vs Real Madrid akan berlangsung di Stadion Allianz Arena, Munchen, Kamis (16/4) pukul 02.00 WIB.

"Saya kira kami tidak membutuhkan keajaiban di sini. Seandainya kami menang di laga sebelumnya, maka ini tidak akan jadi sesuatu yang luar biasa," cetus Arbeloa menatap duel Bayern Munich vs Real Madrid, dikutip dari AS.

ADVERTISEMENT

Dalam psikologi olahraga, ada yang namanya mental imagery atau pengalaman subjektif menciptakan representasi perseptual (visual, suara, sensasi) di dalam pikiran tanpa stimulus eksternal langsung.

Dikutip dari ISSPF, visualisasi mental dapat mengambil berbagai bentuk, seperti memvisualisasikan mencetak gol, melakukan umpan yang tepat, melakukan penyelamatan penting, atau mengalami tekanan dari penonton yang agresif dalam pertandingan tandang.

Dengan berulang kali memvisualisasikan tindakan atau lingkungan ini, pemain dapat memperkuat jalur saraf yang terkait dengan gerakan yang diinginkan, secara efektif melatih otak mereka untuk berkinerja lebih baik dalam situasi permainan yang sebenarnya.

Mental imagery telah terbukti memiliki dampak mendalam pada performa atletik dalam berbagai penelitian di berbagai cabang olahraga, termasuk sepak bola. Salah satu mekanisme kunci di balik efektivitasnya terletak pada kemampuannya untuk mempersiapkan otak dan tubuh untuk bertindak.

Ketika pemain membayangkan diri mereka melakukan keterampilan atau taktik tertentu secara jelas, otak mereka aktif dengan cara yang mirip dengan ketika mereka benar-benar melakukan tindakan tersebut. Latihan mental ini membantu meningkatkan keterampilan motorik, pengambilan keputusan, dan performa keseluruhan di lapangan.

Selain itu, visualisasi mental juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan pada pemain sepak bola. Dengan memvisualisasikan diri mereka berhasil mengatasi situasi yang menantang atau mengalahkan lawan, pemain dapat menumbuhkan pola pikir pemenang dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads