Sama-sama Bisa Kena Saraf Kejepit, Ini Beda Pemicu pada Atlet Profesional

Saraf Kejepit

Sama-sama Bisa Kena Saraf Kejepit, Ini Beda Pemicu pada Atlet Profesional

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sabtu, 18 Apr 2026 08:02 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - JULY 03: Viktor Axelsen of Denmark poses with his medal during the victory ceremony at the Mens Singles Finals match against Kento Momota of Japan on day six of the Petronas Malaysia Open at Axiata Arena on July 03, 2022 i
Viktor Axelsen. Foto: (Getty Images)
Jakarta -

Cedera yang dialami Viktor Axelsen hingga harus pensiun dari badminton mengingatkan bahwa siapapun bisa kena saraf kejepit. Bedanya, kerentanan pada atlet profesional lebih terkait training load yang memang ekstrem.

Menurut dr Faisal M, SpBS, dokter bedah saraf dari RS Lamina Jakarta Selatan, atlet profesional bisa terkena Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau saraf kejepit karena menghadapi beban aktivitas fisik yang berat terus menerus. Akibatnya, bantalan tulang belakang bisa aus.

Ausnya bantalan tulang belakang, menurut dr Faisal juga bisa terjadi ketika trauma akibat benturan-benturan kecil saat latihan atau bertanding. Dalam jangka panjang, akumulasi cedera kecil tersebut dapat menyebabkan masalah pada tulang belakang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kalau ada benturan-benturan kecil tapi berulang, nah itu bisa berisiko," jelas dr Faisal, Kamis (16/4/2026).

ADVERTISEMENT

Bagaimana dengan olahragawan rekreasional? Para 'weekend warrior', yangg olahraganya praktis hanya tiap akhir pekan, juga bisa mengalaminya. Pada kondisi ini, risiko muncul kemungkinan lebih karena otot-ototnya kurang terlatih.

"Kalau baru kemudian ada cedera punggung itu biasanya salah, salah posisi atau pemakaian ototnya terlalu berlebihan. Atau terlalu lama olahraganya, nah itu bisa menyebabkan cedera pada tulang belakang," terang dr Faisal.

Menurut dr Faisal, yang terpenting saat olahraga adalah tahu batas kemampuan fisik dan tidak memaksakan diri. Memberi beban yang tidak sesuai dengan kapasitas akan menyebabkan atau memperburuk kondisi tulang belakang.

Tidak kalah penting, dr Faisal mengingatkan untuk tidak lupa pemanasan sebelum olahraga.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Badan Kurus Kok Kena Diabetes? Bisa-bisa Saja, Ini Penjelasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Saraf Kejepit saat Olahraga
4 Konten
Rajin olahraga sangat dianjurkan, tapi sebaiknya tak berlebihan kalau tak mau kena risiko Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Selevel Viktor Axelsen saja sampai harus pensiun karenanya, apalagi para weekend warrior yang olahraganya cuma tiap akhir pekan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads