Membedah Selebrasi 'Tengil' Cherki dan Haaland, Bikin Arsenal Ketar-ketir

Inspirasi Sehat

Membedah Selebrasi 'Tengil' Cherki dan Haaland, Bikin Arsenal Ketar-ketir

detikHealth
Senin, 20 Apr 2026 09:03 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Soccer Football - Premier League - Manchester City v Arsenal - Etihad Stadium, Manchester, Britain - April 19, 2026 Manchester Citys Erling Haaland with teammates celebrate after the match Action Images via Reuters/Lee Smith EDITORIAL USE ONLY. NO U
Foto: Action Images via Reuters/Lee Smith
Jakarta -

Manchester City terus menjaga asa menjuarai Liga Inggris usai mengalahkan Arsenal 2-1. Dua gol The Citizens dicetak oleh Rayan Cherki dan Erling Haaland.

Laga sengit tersebut tersaji di Stadion Etihad, Minggu (19/4/2026). Kemenangan tim asuhan Pep Guardiola membuat persaingan gelar Liga Inggris semakin memanas.

Terlepas dari hasil akhir, di pertandingan yang super ketat tersebut, dua momen yang menarik perhatian banyak penonton adalah selebrasi Haaland dan Cherki yang tidak seperti biasanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alih-alih melakukan selebrasi meditasi atau knee slide, keduanya terlihat berhenti sejenak dan tampak sangat 'tenang'. Seakan-akan menujukkan kepada dunia, 'who is the boss' atau siapa bosnya.

Bukan Sekadar 'Tengil', tapi Efikasi Diri

Di level sepakbola elit, setiap pemain tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengolah si kulit bundar yang baik. Lebih dari itu, mereka harus memiliki Self-efficacy (efikasi diri) yang baik.

ADVERTISEMENT

Ini adalah keyakinan atau kepercayaan diri seseorang terhadap kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan dalam mencapai tujuan tertentu.

Psikolog kognitif sosial Albert Bandura mendefinisikan efikasi diri sebagai keyakinan pada kemampuan seseorang untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mengelola situasi yang mungkin terjadi.

Regulasi Emosi di Sepakbola

Gaya 'dingin' yang dipertontonkan Cherki dan Haaland, dalam kacamata psikologi, gestur ini bisa mencerminkan cara seseorang mengelola emosi, tekanan, dan identitas diri.

Di laga ketat sekalipun, dengan tekanan yang tinggi, pesepakbola tetap dituntut untuk dapat meregulasi emosi, dengan menahan euforia agar tetap fokus.

Dikutip dari Psychology Today, ketika pengendalian emosi gagal, orang sering mengatakan atau melakukan hal-hal yang kemudian mereka sesali dan berharap mereka mampu mengendalikan emosi mereka.

Dalam konteks sepakbola, terdapat bahaya nyata jika emosi seperti amarah, kecemasan, atau ketakutan tidak dikendalikan dengan baik. Salah satunya adalah kesulitan berpikir jernih, sehingga dapat membuang peluang yang ada di depan mata, atau melakukan pelanggaran yang berujung kartu.

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads