Menyoal 'Cedera Otak' Federico Valverde, Imbas Ribut di Latihan Real Madrid

Menyoal 'Cedera Otak' Federico Valverde, Imbas Ribut di Latihan Real Madrid

detikHealth
Jumat, 08 Mei 2026 18:01 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Soccer Football - LaLiga - Real Madrid v Girona - Santiago Bernabeu, Madrid, Spain - April 10, 2026 Real Madrids Federico Valverde celebrates scoring their first goal REUTERS/Gonzalo Fuentes
Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes
Jakarta -

Gelandang Real Madrid Federico Valverde mengalami 'cedera otak' di sesi latihan Real Madrid. Kabarnya, ada insiden perselisihan dengan rekan setimnya, Aurelien Tchouameni.

"Setelah tes yang dilakukan hari ini pada pemain kami Fede Valverde oleh Layanan Medis Real Madrid, ia didiagnosis mengalami trauma kranioensefalik (cranioencephalic trauma)," kata Real Madrid dalam sebuah pernyataan, dikutip Jumat (8/5/2026).

"Valverde berada di rumah dalam kondisi baik dan perlu beristirahat selama 10 hingga 14 hari, sesuai dengan protokol medis untuk diagnosis ini," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai kondisinya membaik, Valverde menegaskan bahwa tidak ada pukul-pukulan seperti yang ramai diberitakan.

"Kemarin kami ada adu argumen. Dengan tidak sengaja, kepala saya menghantam meja dan terluka kecil di dahi yang selanjutnya harus ke rumah sakit," papar Valverde lewat media sosial pribadinya.

ADVERTISEMENT

"Tidak ada rekan setim yang memukul saya dan sebaliknya. Meskipun saya memahami, mudah bagi Anda percaya dengan isu di luar sana," lanjutnya.

Apa Itu Cranioencephalic Trauma?

Cranioencephalic trauma atau Traumatic Brain Injury (TBI) biasanya disebabkan oleh pukulan atau benturan keras pada kepala atau tubuh.

Cedera otak dapat memengaruhi sel-sel otak untuk sementara waktu. Pada cedera yang lebih serius, dapat mengakibatkan memar, robekan jaringan, pendarahan, dan kerusakan fisik lainnya pada otak. Cedera ini dapat mengakibatkan komplikasi jangka panjang atau kematian.

Cedera otak traumatis dapat memiliki dampak fisik dan psikologis yang luas. Beberapa tanda atau gejala mungkin muncul segera setelah peristiwa traumatis, sementara yang lain mungkin muncul beberapa hari atau minggu kemudian.

Tanda dan gejala cedera otak traumatis ringan hingga berat dapat meliputi:

Gejala Fisik

  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Kelelahan atau rasa kantuk
  • Masalah dengan berbicara
  • Pusing dan kehilangan keseimbangan
  • Pelebaran satu atau kedua pupil mata (sedang ke berat)
  • Tidak mampu bangun tidur (sedang ke berat)
  • Mati rasa jari tangan dan kaki (sedang ke berat)

Gejala Sensorik

  • Penglihatan kabur
  • Telinga berdenging
  • Rasa tidak enak di mulut
  • Perubahan kemampuan mencium bau

Gejala Kognitif, Perilaku atau Mental

  • Kehilangan kesadaran selama beberapa detik hingga menit
  • Linglung, bingung, atau disorientasi
  • Masalah memori atau konsentrasi
  • Perubahan suasana hati
  • Merasa depresi atau cemas
  • Kesulitan tidur
  • Koma dan gangguan kesadaran (sedang ke berat)
  • Ucapan tidak jelas (sedang ke berat)

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads