PBB Soroti Panas Ekstrem di Piala Dunia 2026, Singgung Perubahan Iklim

PBB Soroti Panas Ekstrem di Piala Dunia 2026, Singgung Perubahan Iklim

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Kamis, 02 Jul 2026 06:04 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 32 - France v Sweden - New York New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - June 30, 2026 France coach Didier Deschamps speaks to his players during the first half hydration break REUTERS/J
Momen Hydration Break Timnas Prancis untuk menjaga hidrasi tubuh (Foto: REUTERS/Jeenah Moon)
Jakarta -

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, dibayang-bayangi cuaca panas ekstrem. Bahkan, sempat ada usulan laga ditunda demi keselamatan pemain.

Dikutip dari The Guardian, diperkirakan 9 dari 72 pertandingan di babak grup dimainkan dalam kondisi panas ekstrem. Federasi Pesepak Bola Profesional Dunia (FIFPRO) sebelumnya menyatakan cuaca panas sebagai alasan untuk menunda atau membatalkan pertandingan.

Pihak penyelenggara bahkan sampai menggunakan pendingin di beberapa stadion, sebagai upaya melindungi para pemain dari risiko heat stroke.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laga-laga itu dimainkan dalam wet bulb globe temperatures (WBGT) sekitar 28 derajat celsius yang menurut FIFPRO seharusnya memicu penundaan pertandingan.

Dua pertandingan terpanas yang tersaji tanpa pendingin udara sama-sama dimainkan di Stadion Hard Rock Miami. Selama pertandingan Uruguay melawan Tanjung Verde yang berakhir imbang 2-2 pada 21 Juni, WBGT mungkin mencapai atau melebihi 33 derajat celsius, melampaui suhu tertinggi turnamen sebelumnya yang diperkirakan mencapai 32,9 derajat celsiusyang tercatat enam hari sebelumnya, ketika Uruguay bermain imbang 1-1 dengan Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

"Pelajaran bagi semua orang di industri ini adalah bahwa dengan pemanasan global, kondisi panas akan memainkan peran yang lebih besar dalam keputusan penjadwalan turnamen dan liga di masa depan," kata seorang juru bicara dari serikat FIFPRO.

PBB Singgung Perubahan Iklim

Di sisi lain, Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan tentang bagaimana krisis iklim memengaruhi olahraga.

"Panas ekstrem bukanlah hal yang kebetulan, itu adalah perubahan iklim, yang disebabkan oleh lebih dari satu abad pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas," kata Simon Stiell, sekretaris eksekutif badan iklim PBB.

"Ini memengaruhi hal-hal yang kita cintai, seperti sepak bola," sambungnya.

Berbeda dengan suhu udara saja, WBGT memperhitungkan kelembapan, sinar matahari langsung, dan angin untuk memberikan pengukuran stres panas yang lebih akurat dan kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri melalui keringat.

Pada tingkat panas dan kelembapan yang cukup tinggi, keringat tidak lagi dapat menguap secara efisien, sehingga mencegah tubuh mendinginkan diri dan menyebabkan kepanasan yang cepat yang dapat menyebabkan penyakit akibat panas atau bahkan kematian.

Halaman 2 dari 2
(dpy/suc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads