Tinggi Erling Haaland Capai 195 Cm, Benarkah Efek DNA Bangsa Viking?

Tinggi Erling Haaland Capai 195 Cm, Benarkah Efek DNA Bangsa Viking?

detikHealth
Jumat, 03 Jul 2026 07:02 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
ARLINGTON, TEXAS - JUNE 30: Erling Haaland #9 of Norway celebrates after the 2-1 win during the FIFA World Cup 2026 Round Of 32 match between Cote dIvoire and Norway at Dallas Stadium on June 30, 2026 in Arlington, Texas. (Photo by Julian Finney - F
Erling Haaland (Foto: FIFA via Getty Images/Julian Finney - FIFA)
Jakarta -

Performa impresif Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026 tak lepas dari kontribusi besar Erling Haaland. Penyerang berpostur 195 cm itu sudah mencetak lima gol.

Haaland kerap membuat lini pertahanan lawan kewalahan. Bukan hanya karena insting golnya yang tajam, tetapi juga berkat postur tubuhnya yang tinggi, besar, dan kekar sehingga sulit dihentikan.

Lantas, bagaimana Haaland bisa memiliki fisik seperti itu, apakah benar posturnya dipengaruhi oleh DNA bangsa Viking?

Haaland Kecil Bertubuh Kurus

Dikutip dari The Sun, saat masih bayi, Haaland adalah anak laki-laki yang kecil dan kurus. Ia melakukan banyak cara selama bertahun-tahun agar tumbuh menjadi lebih besar dan berisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Haaland menyantap lasagna buatan ayahnya sebelum setiap pertandingan kandang, melahap jantung dan hati sapi, serta minum susu yang dicampur dengan kale, yang disebutnya 'ramuan ajaib' untuk mempertahankan diet 6.000 kalori per hari.

Haaland menghabiskan berjam-jam di gym setiap hari untuk membentuk otot perutnya, sehingga ia mendapat julukan The Terminator. Strategi itu membuahkan hasil karena para pemain bertahan terpental ketika mencoba menjatuhkannya.

ADVERTISEMENT

DNA Skandinavia

Banyak penggemar yang menyebut bahwa postur tinggi yang dimiliki Haaland merupakan hasil dari DNA bangsa viking. Hal ini, karena ia merupakan orang Skandinavia modern.

Berdasarkan data arkeologi, rata-rata tinggi pria Viking kuno berkisar antara 176 cm hingga hampir 190 cm. Angka ini tergolong raksasa jika dibandingkan dengan rata-rata tinggi manusia purba di belahan dunia lain pada abad ke-8 hingga ke-11. Cetak biru genetik (gene pool) inilah yang diwariskan secara turun-temurun ke masyarakat Skandinavia modern.

Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan University of Queensland dan University of Melbourne yang menemukan adanya hubungan genetik yang kuat mengapa orang Nordik cenderung bertubuh tinggi dan ramping (lean).

Perpaduan DNA Atlet Elit dari Kedua Orang Tua

Meskipun DNA bangsa Skandinavia memberi Haaland modal awal yang sangat baik, faktor penentu utamanya tetaplah genetika langsung dari kedua orang tuanya yang merupakan atlet papan atas.

Sang ayah yakni Alf-Inge Haaland, adalah mantan pemain Premier League (pernah membela Manchester City dan Leeds United) yang memiliki postur tegap dan kekar.

Sementara ibunya, Gry Marita Braut adalah mantan atlet saptalomba (heptathlon) juara nasional di Norwegia. Atlet sapta lomba dituntut memiliki kombinasi genetik terbaik untuk kecepatan, kekuatan otot, dan daya tahan.

DNA yang bagus tidak akan bekerja optimal tanpa lingkungan yang mendukung. Haaland dikenal sangat terobsesi dengan kesehatan fisiknya. Ia mempraktikkan diet ketat (termasuk mengonsumsi hati dan jantung sapi yang kaya zat besi), menyaring air minumnya, hingga menggunakan kacamata khusus penangkal blue light sebelum tidur demi memaksimalkan hormon pertumbuhan (Human Growth Hormone) saat tidur.

Halaman 2 dari 2
(dpy/suc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads